Notification

×

Iklan

Iklan

Apakah Gerakan Mahasiswa Saat ini Mampu Menghadirkan Reformasi?

Selasa, 24 September 2019 | 15.47.00 WIB

Bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa kritis diberbagai daerah yang ada di Indonesia. Penyebab utamanya ketidaktegasan Presiden yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

Permasalah kian hari semakin menjadi-jadi bak tumor yang menyerang tubuh seseorang tanpa ada obat yang menyembuhkanya.

Maraknya permasalah diberbagai aspek yang ada di Negara ini menimbulkan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang ada hampir diseluruh Indonesia. Sebut saja Hutang Indonesi kepada China sampai kita tidak tahu jumlah angka nol nya berapa, kasus rasis yang dialami oleh saudara-saudara kita yang ada di Papua, pembakaran hutan di Kalimantan, Korupsi yang dilakukan oleh Imam Nahrawi dan puncaknya kasus Revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alih-alih revisi ini mendukung langkah KPK untuk menumpas para palaku korupsi yang ada di Bangsa ini, tapi nyatanya tidak, justru mendungkung para politisi untuk menjadi koruptor. Buktinya ketika UU ini dibawah ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak menuai kontra, semua fraksi sepakat UU KPK ini direvisi.

Janji kampaye yang dilakukan oleh Bapak Jokowi tinggal janji, dan rakyat merasa tertipu dengan ucapannya. Inilah yang membuat mahasiswa melakukan demonstrasi diberbagai kampus/daerah yang ada di Indonesia.

Mahasiswa Malang, Bandung, Makassar, Jogja, Surabaya dan mahasiswa Ibu Kota juga tidak ketinggalan untuk ikut andil menolak revisi UU KPK. Saat ini sudah banyak mahasiswa yang ada di Jawa sedang menuju Kantor DPR untuk melakukan demonstrasi.

Akibat ketidaktegasan Bapak Jokowi sebagai presiden untuk mengatur permasalahan yang ada di Negara ini, timbulah teriakan reformasi dari demonstrasi yang ada didaerah. Yang sama-sama kita khawatirkan akan mencul reformasi jilid 2.

Sebelumnya tidak pernah terjadi Dosen mengijinkan mahasiswa nya untuk ikut aksi, tapi saat ini hampir semua dosen dengan senang hati menginjinkan mahasiswa nya untuk meneriakan keadilan.

Penampilan kesederhanaan Bapak Jokowi tidak menjamin kebijakan-kebijakannya pro kepada rakyat, justru ia mendukung habis-habisan para pelaku koruptor supaya merasa aman dan terjamin.

Rakyat dan mahasiswa sudah sangat kecewa dengan Presidenya. Dalam periode ini saja semua bahan pokok, listrik dan BBM pun naik. Bagaimana nanti ia dilantik lagi menjadi presiden ? Habis sudah harapan rakyat Indonesia.

Sampai saat ini kebijakan-kebijakannya tdak mengikuti amanat reformasi, justru jauh dari harapan yang digaungkan pejuang-pejuang reformasi dan rakyat Indonesia.

Untuk teman-teman, kakanda-kakanda, Adinda-adinda semuanya tetap melangkah sampai keadilan itu ditegakan di Negeri ini. Kalau bukan pemuda dan mahasiswa, siapa lagi yang kita harapkan?. Maka dari itu tidak ada alasa untuk berhenti ditengah jalan karena di bayar oleh oknum-oknum yang bajingan itu.

Jika kita tidak suka terhadap mereka yang turun aksi, tidak perlu kita memberikan komentar apa-apa. Cukup kita do'akan semoga mereka semua sehat dan kembali aksi sampai keadilan ditegakan di Negeri ini.

Penulis: Syahrul Ramadhan Al Faruq
×
Berita Terbaru Update