Notification

×

Iklan

Iklan

Air Mata Politik Menuju Pesta Demokrasi 2020

Minggu, 04 Agustus 2019 | 14.33.00 WIB
Foto: Penulis
Bukan watu yang lama untuk menunggu datangnya tahun 2020. 200 lebih Kabupaten dan Kota mengikuti pesta demokrasi yang diputuskan oleh anggota DPR RI.

Para elit partai pun tidak mau ketinggalan untuk mempersiapkan kader terbaiknya untuk dicalonkan menjadi wali kota dan kabupaten.

Indonesia sering dihadapkan dengan kontestasi seperti ini, sepertinya negara ini hanya disungguhkan dengan hal-hal seperti ini kepada rakyatnya.

Pilpres masih terngiang-ngiang ditelinga kita, bagaimana tidak?. Ratusan nyawa melayang untuk menjaga keberlasungan sistem demokrasi. Lagi-lagi rakyat jadi korban atas pesta ini.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh rakyat Indonesia selain mengikuti hawa nafsu para elit pemerintahan yang tidak mengenal rasa kasihan.

Rakyat Indonesia harus mampu mempertimbangkan keberlangsungan hidupnya, jangan karena gaji 500 ribu nyawa menjadi tarohan dalam pesta ini.

Para elit politik hanya mampu mendaur ulang kata-kata untuk nuntuk rakyat Indonesia dan rakyat tidak pernah lelah mempercayai dan meyakininya. Jaminan kesejahteraan untuk Bangsa ini masih jauh dari harapan.

Kami tidak pernah meminta kepada para elit pemerintahan, biarkan mereka sadar akan kondisi Bangsa, Negara dan Rakyat Indonesia.

Dalam waktu dekat ini, hari lahirnya Bangsa ini akan segera kita rayakan sebagai tanda terima kasih atas jasa para pahlawan.

Dengan itu, mari kita satukan visi misi untuk menuju Indonesia yang lebih baik, maju dan beradab.
Perbedaan bukan untuk dimusuhi tapi bagaimana kita harus menjaga dan mempertahankan.

Jangan karena air mata yang dikeluarkan oleh para elit politik, darah yang kita korbankan.
Dan yang ditawarkan dalam dunia politik itu adalah omong kosong.

Penulis: Syahrul Ramadhan Al Faruq
×
Berita Terbaru Update