Notification

×

Iklan

Iklan

FWB Minta Jalan Tawali-Sape Diperbaiki 2019, Pemprov NTB Bersikukuh 2020

Senin, 01 Juli 2019 | 17.59.00 WIB
Foto: H. Sahdan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi NTB (memegang mic) saat memberikan informasi seputar rencana perbaikan jalan kepada massa aksi. (Sandaka Wera Jerat).
Indikatorntb.com - Front Wera Bersatu kembali menggelar aksi Demonstrasi dan memblokir jalan lintas Tawali-Sape. Massa aksi menuntut agar jalan lintas Tawali-Sape diperbaiki pada tahun 2019 ini. Namun, Pemerintah Provinsi NTB angkat tangan, pihaknya tidak sanggup jika dilaksanakan tahun 2019, Senin (01/07/19).

Dalam aksi tersebut, hadir H. Sahdan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi NTB. Dalam keterangannya yang disampaikan dihadapan massa aksi, pihaknya baru bisa memperbaiki jalan lintas Tawali-Sape pada tahun 2020 mendatang.

"Kita anggaran sekitar 50 milyar untuk perbaikan jalan ini (Tawali-Sape). Tapi kalau bapak ibu meminta akhir 2019 ini, kami tidak bisa bicara, mohon maaf kami tidak bisa memenuhinya, tetapi kami akan mulai bekerja nanti di awal tahun 2020, saya tidak bohong ini," Jelasnya di depan massa aksi.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah mengetuk palu untuk mengucurkan anggaran percepatan jalan melalui perda sebesar 750 Milyar perbaikan infrastruktur.

"Berdasarkan kepakatan bersama antara DPRD dan Gubernur NTB pada tanggal 12 Juni 2019 kemarin itu, sudah di ketok perda anggaran percepatan jalan senilai 750 Milyar," Ungkap H. Sahdan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi NTB.

Dari total anggaran yang disepakati bersama itu, Pulau Sumbawa mendapatkan kucuran paling banyak dibandingkan dengan pulau lombok. Menurut H. Sahdan, hal itu merupakan bentuk kehebatan gubernur ntb dalam memperhatikan masyarakat di pulau Sumbawa.

"Untuk dua pulau ini, di pulau lombok 30 persen di pulau sumbawa 70 persen, begitu hebatnya gubernur ntb memperharikan rakyat di pulau sumbawa ini," jelasnya H. Sahdan

H. Sahdan menegaskan bahwa, informasi yang ia sampaikan merupakan amanat yang dititipkan oleh Gubernur NTB yang wajib ia sampaikan apa adanya.

"Saya bawa apa yang disampaikan oleh bapak gubernur ntb, saya tidak mau bohong-bohong, saya bawa informasi ini dari bapak gubernur ntb," terangnya.

Mendengar informasi itu, Massa aksi secara tegas menolak. Massa aksi tetap menginginkan agar jalan lintas Tawali-Sape di aspal pada tahun 2019 ini.

"Intinya pada tahun 2019 ini, jalan provinsi mulai dari Tawali sampai Sape harus tuntas," Teriak Korlap aksi FWB.

Direncanakan, massa akai dari Front Wera Bersatu akan melanjutkan aksi pemblokiran jalan secara total besok pada hari Selasa 02 Juli 2019 sampai pemerintah daerah memenuhi tuntutan massa aksi.

Reporter: Furkan
Editor: Subhan




×
Berita Terbaru Update