Notification

×

Iklan

Iklan

Insan Strory Penanda Hati yang Sepi

Selasa, 18 Juni 2019 | 08.53.00 WIB
Foto: Penulis
“Cekrek cekrik upload Mau makan upload
Galau apload Senang apload”

Begitulah rutinitas keseharian masyarakat Indonesia. We are social melakukan penelitian terhadap intesitas penggunaan media sosial yang dilkukan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang berperan sebagai pengguna media sosial mencapai 150 juta atau bila dilihat dalam prosentase sebesar 56% dari keseluruhan total populasi. Total keseluruhan tersebut mengalami peningkatan dari survei sebelumnya. Sungguh jumlah yang fantastis bukan. Hal ini mungkin menjadi prestasi bagi masyarakat Indonesia.

Indonesia menduduki posisi ke-4 dari daftar negara di Asia Tenggara dengan predikat negara yang paling sering mengakses internet. Prestasi ini sangat berbading terbalik bukan dengan minat membaca bagi masyarakat Indonseia yang menempati posisi ke-62 dari 72 negara. Setidaknya kita memilki presetasi yang patut kita sombongkan kepada negara lain.

Seperti yang kita ketahui bahwa semua urusan duniawi masyarakat Indonseia tidak luput dari kehadiran media sosial. Media sosial seperti Whastsapp, Facebook, Instagram yang sejatinya digunakan hanya sebagai pendukung kebutuhan sehari-hari. Namun pada kenyataanya media sosial digunakan masyarakat Indonesia sebagai sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, yang tadinya hanya sebagai pendukung justru menduduki posisi utama dalam kehidupan orang tersebut.

Penggunaan media sosial yang sangat mudah tanpa biaya besar yang mengakibatkan seseorang banyak memilih media sosial sebagai pilihan dalam hidupnya. Media sosial dapat menjadikan sesorang menjadi diri sendiri, semua orang dapat dengan leluasa mengemukakan pendapat, berbagi ide, menciptkan sebuah kretifitas baru dan menambah relasi. Hal ini menjadi sebab berikutnya atas pesatnya penggunan media sosisal.
Setiap orang memilki ruang yang luas dan bebas untuk mengaktualisaikan diri dalam media sosial.

Insan strory menjadi salah satu fitur yang dibuat pada sebuah media sosial yang memungkinkan para pengguna media sosial untuk membagikan momen-momen tertentu yang dapat berupa gambar, video, maupun dalam bentuk kalimat kepada pengguna media sosial yang laianya. Pengguna lainnya dapat memberi respon dan tanggapan mereka terhadap momen yang dibagikan lewat insan story dengan cara menekan tombol lile ataupun berkomentar. Semakin banyak respon dan tanggapan pada unggahan sesorang maka dapat dikatan penggungah momen tersebut berhasil.

Penggungah akan merasa perasaan senang dan bangga karena apa yang ia unggah dapat menyedot perhatian dari pengguna media sosial lainya. Rasa senang dan bangga seseorang dapat menjadi pemicu bagi seseorang tersebut untuk membagikan momen di media sosial lagi dan lagi.

Para pengguna media sosial saat ini berlomba-lomba membuat unggahan yang dapat menarik respon dan tanggapan para pengguna media sosial lainnya. Mungkin hal tersebut sudah menjadi cara untuk adu gengsi di kalangan masyarakat Indonesia. Dan tidak jarang unggah tersebut berbading terbalik dengan fakta di dunia nyata.

Hanya demi mendapatkan like dan komen sesorang dapat berbohong. Hal ini mungkin terjadi karena menurut mereka sangatlah mudah mendapatkan perhatian yang tidak ia peroleh di dunia nyata.

Sesorang yang aktif membagikan momen mereka melalui insan strory dengan intensitas yang berlebih cenderung membuktikan bahwa seseorang tersebut dapat dikatakan kurang bahagia. Walapun momen yang dibagikan ialah momen yang terlihat bahagia tapi bila diperhatikan lagi, sesorang merasakan kebagian yang luar biasa di dunia nyata akan kesulitan mempunyai waktu luang untuk memamerkan apa yang ia rasakan di media sosial karena dia telah disibukkan dengan kebahagian yang telah terjadi di dunia nyata dengan orang-orang yang dicintainya.

Berbeda dengan mereka yang haus akan perhatian dari para pengguna sosial laianya. Mereka dengan unggahan di insan strory menggharapkan respon para pengguna sosial media lainnya, bisa jadi karena mereka merasa kesepian di dunia nyata sehingga dengan unggahan tersebut rasa kesepian yang mereka alami dapat sedikt berkurang karena mereka merasa bahawa masih ada yang melihat dan mau meresponya.

Kecenderungan untuk membagikan momen melalui insan story terkadang membuat sesorang lupa batasan yang perlu diperhatikan ketika menggunggah sesuatu. Banyak dari mereka yang bahkan dengan sengaja melakukan suatu hal yang seharusnya tidak baik dilakukan apalagi dilihat oleh orang banyak. Sesorang tersebut dengan sengaja melakukan perbuatan yang seharusnya tidak diinginkan hanya demi menaikan popularitanya.

Seperti melakukan penipuan, menebar kebencian, memgunggah hal-hal konyol yang salah kaprah, dan masih banyak lagi. Hal ini yang menjadi permasalhan saat ini, para pengguna sosial sekan menutup mata akan perbuatanya yang dengan jelas salah.

Sebagai pengguna media sosial ada baiknya kita perlu memperhatikan batasan-batasan terhadap apa yang kita unggah dan dapat mepertangungjawabkannya.

Sesekali boleh lah membagikan momen kebahagian melalui media sosial tetapi jangan lupa bahwa kita tidak hidup di dalam dunia media sosial, melainkan di dunia nyata yakni bumi yang kita pijak. Daripada sibuk mengumpulkan like dengan membangun citra diri di media sosial, lebih baik menyibukkan diri untuk membangun dan mengusahakan mimpi.

Membagi cinta bukahan hanya dalam bentuk like, tetapi dengan melakukan bukti nyata yang baik dan tulus.

Penulis: Farah Nabila
×
Berita Terbaru Update