Notification

×

Iklan

Iklan

Fasisme Sahabatnya Satanis, Saudaranya Dajalis...!!

Senin, 18 Maret 2019 | 13.22.00 WIB
Penulis : Rangga Ompu Sarume

"Rakyat sudah lelah dengan kebebasan, yang kami inginkan adalah pemerintah, kekuasaan, dan dsiplin," (Benito Mussolini).

Ungkapan di atas adalah nilai komitmen Musolini dalam mewujudkan sebuah negara yang diinginkan yaitu negara Italia yg disiplin dan taat. Kekuasaan hanya ada ditangan satu orang, pemerintahan diatas segala galanya atau yang biasa kita kenal dengan istilah fasisme (fahamnya fasis).

Istilah fasis-me tersebut diambil dari bahasa Italia, "fascio" yang bearti persatuan atau liga. Fasisme mengacu pada simbol disiplin Romawi kuno, pada saat itu hukum standar dan wajib dilakukan sebelum orang-orang Romawi menerima tanggungjawab pada saat itu. Jadi apa yg menjadi keputusan sang raja itu yangg harus ditaati. Sebab dalam faham fasis, suara raja atau pemimpin adalah suara Tuhan. Keputusannya baku, tidak bisa digugat.

Akan tetapi sistem ini ternyata memicu pada kekakuan rakyat dalam bersikap kritis yang akhirnya dibubarkanya kelompok pekerja bebas dan Buruh karna dianggap menantang kebijakan pimpinan musolini.

Adanya fasisme menekan keberadaan kelompok sosialis yangg pada saat itu giat sekali melakukan perlawan terhadap pemirantahan fasis. Fasisme dianggap sebagai paham yang menyudutkan nilai kemanusia orang italia. Dimana pada saat itu Italia dihadapkan dengan krisis ekonomi, angka pengangguran yang makin membengkak dan iklim politik yang tidak pernah stabil.

Rakyat Italia pun merasakan itu semua, ditambah lagi dengam agitasi propaganda kelompok sosialis yang menaruh anggapan bahwa pemerintahan fasis tak mampu menjawab penderitaan rakyat, termasuk kesenjangan lainya seperti ekonomi, politik dan sosial.

Pada 28 april 1945 sang diktator Italia Benito Musolini jatuh dari kekuasaanya setelah ia menyatakan perang dengan sekutu untuk mendukung politik agresif Nazi Jerman yang dipimpinan Hitler. Namun, sekutu lebih dulu mendarat di Sisilaa Italia, di situlah kehancuran Benito Mussolini..

Italia hancur dan Benito juga telah melanggar dan menghianati rakyat. Akhirnya Beneto ditembak mati kemudian digantung dengan kaki diatas kepala dibawah, tepat ditiang lampu jalan perempatan disuatu Kota Milan ia digantung.

Dengan darah yang masih menetes keluar dari dalam perut mengingatkan rakyat Italia atas kematian Pier Della Vigna yang digantung dengan isi perut terburai keluar. Untung saja Benito tidak dirobek-robek perutnya. Namun sungguh tragis juga akhir hidupnya.

Berita kematian ini menggegerkan sekaligus melegahkan hati seluruh rakyat Italia.

Kematian Musolini membuat orang sadar bahwa ternyata fasisme yang dibuatnya hanya berakhir pada pengahapusan serikat serikat kerja, penghancuran Pers bebas, penganiayaan dan pembantaian pimpinan-pimpinan yang pro rakyat, serta pembubaran parlemen yang digantikan oleh satu partai yang tidak pro rakyat sekaligus tak tersentuh dan kebal akan hukum.

Fasisme dengan pemimpin diktator adalah suatu momok bagi rakyat Italia bahkan dunia termasuk Indonesia. Tentu faham ini harus pakai urat untuk meng-counter-nya muncul kepermukaan bumi apalagi sampai di BUMI BIMA-MBOJO kita...!!
×
Berita Terbaru Update