Notification

×

Iklan

Iklan

Desa Oi Bura Tambora Bima Wujudkan Produk Ekonomi Kreatif, Kok Bisa?

Senin, 18 Maret 2019 | 17.58.00 WIB
Foto bersama peserta pelatihan kader penggerak Desa dan Narasumber Rangga Babuju/Julhaidin
Editor : Subhan Al Karim

Indikatorntb.com – Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima akan wujudkan produk ekonomi kreatif, bagaimana tidak, sebagai variasi kegiatan implementasi, lembaga kajian pengembangan sumberdaya manusia (Lakpesdam) NU Bima gelar pelatihan kader penggerak Desa, Minggu siang hingga sore (17/03/19), kemarin.

Kegiatan yang kembali menghadirkan sosok inspiratif dan motivator Bima, Rangga Babuju ini dilaksanakan demi mewujudkan kemandirian warga Desa Oi Bura, yang berbasis semangat menyuguhkan rangsangan yang efektif.

Narasumber, Julhaidin yang biasa disapa Rangga Babuju itu sengaja diundang untuk kedua kalinya dalam kegiatan yang diorientasikan mencetak kader-kader handal, mengorganisir dan menuntun warga bergerak menuju pencapaian cita-cita bersama melalui aktivitas pembangunan Desa diberbagai bidang, dengan prioritas bidang ekonomi kreatif berkelanjutan.

Project Officer (PO) Program Peduli, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa Kaderisasi semacam ini hendak difungsikan sebagai medium penciptaan subyek pembangunan yang terampil, mengaktualisasi modal (energi) sosial untuk menciptakan kemandirian diri dan pembangunan Desa.

"Kami memastikan bahwa Kader diwilayah binaan kami memiliki kemampuan untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi disekitar sebagai peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka ditengah mendorong kemandirian Desa," tutur Rahmat Hidayat.

Pelatihan kader penggerak Desa yang cukup menarik perhatian yang dilaksanakan di aula kantor Desa Oi Bura ini merupakan kegiatan follow-up 'Sekolah Kepemimpinan' bertema pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi unggulan Desa yang diselenggarakan pada 3 Februari 2019 lalu.

Sementara itu, Community Orginizer (CO) program peduli, Agus Riawan menambahkan, output sekolah kepemimpinan yang memperlihatkan besarnya gairah sejumlah kader dampingan untuk mengembangkan nilai ekonomis komoditas kopi Desa Oi Bura melalui adopsi pengalaman fasilitator (Julhaidin, Pendiri Komunitas Babuju) yang terbukti sukses berwirausaha, dengan produk andalan 'Red Stone Coffee Tambora' yang telah merambah pasar domestik dan internasional.

"Para Kader sepakat untuk mengembangkan Kopi Oi Bura menjadi Icon Tambora dan mereka cukup antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini," tegas Agus Riawan.

Rangga Babuju sendiri mengapresiasi semangat para kader sekolah peduli Lakpesdam NU Bima ini dalam mengelola Kopi Oi Bura sebagai komoditi inovasi icon Desa Oi Bura.

"Di Desa Oi Bura ini setahu saya ada kopi Arabica, Librika dan Robusta. Dan ini tidak dimiliki oleh Desa lain di NTB. Para kader menyadari itu sehingga tidak heran mereka cukup antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini dan saya sangat mengapresiasi semangat ini," Tutur Rangga.

Nampak 25 orang Kader sebagai peserta pelatihan, serius menangkap penjelasan yang disampaikan oleh Rangga Babuju, lalu bersama-sama praktek membuat kopi dengan 5 cara atau pola dan mereka mencicipi sendiri hasil yang dipraktekan dengan gaya kekaguman yang berbeda-beda.

A. Haris selaku PO asisten program melihat bahwa ada semangat para kader untuk mengelola kopi Oi Bura menjadi kopi andalan para tamu dan wisatawan yang berkunjung ke Tambora.

"Para Kader mulai paham bagaimana menjadi Tuan Rumah sekaligus Penyuguh Kopi yang berkwalitas sehingga siapapun yang datang akan dibuat menjadi semakin betah untuk menikmati eksotisme Tambora" jelasnya.
×
Berita Terbaru Update