Notification

×

Iklan

Iklan

Tragedi Sape Berdarah Jilid Dua

Sabtu, 23 Februari 2019 | 07.32.00 WIB
Rhokis M D H, Ketua Bidang Advokat dan HAM Cendekiawan Muda Pulau Sumbawa-Jakarta
Penulis : Rhokis M. D. H

Masyarakat Desa Bugis Dusun Gusu Kecamatan Sape Kabupaten Bima melakukan unjukrasa/demonstrasi pada hari jum'at tgl 15-02-2019. selama dua (2) hari di perempatan pelabuhan sape dengan tuntutan pemerintah harus memperbaiki jalan menuju tempat penjualan ikan (TPI). Selama dua hari masa aksi melakukan blokade jalan, maka dari itu pihak kepolisian membubar paksa masa aksi dan melakukan penembakan babi buta terhadap masa aksi, ada 3 orang warga kec. Sape korban luka yang terkena peluru termasuk anak di bawah umur dan di bawah ke RSUD bima.

Menyesalkan adanya tindakan Pihak oknum kepolisian yang melakulan tindakan melampau batas kemanusian terhadap rakyat Kecamatan Sape yang melakukan unjukrasa/demonstrasi di perempatan pelabuhan sape. yang sesungguhnya rakyat Kecamatan Sape menuntut perbaikan jalan menuju tempat penjualan ikan TPI terhadap pemerintah. yang seharusnya di perbaiki oleh pemerintah setempat namun pemerintah tidak mengindahkan aspirasi rakyat Kecamatan Sape yang melakukan unjuk rasa tersebut.

Maka dari itu pihak kepolisian melakukan penembakan babi buta terdap rakyat yang menimbulkan 3 orang luka-luka yang termasuk anak dibawah umur.

Pelanggaran HAM di Indonesia hari ini sudah melampau batas kemanusian khususnya di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Atas dasar legitimasi UUD 1945 pasal 28 yang menyatakan bahwa bebas berekspresi dan berpendapat di muka umum maka dari itu rakyat wajib menyuarakan segala bentuk persoalan yang ada di negara kesatuan republik indonesia hari ini.

Kami meminta terhadap Kapolri RI segera melakuman pemecatan terhadap oknum kepolisian yang melakukan penembakan babi buta terhadap rakyat Kecamatan Sape yang melakukan unjukrasa/demontrasi di perempatan pelabuhan Sape Kabupaten Bima.

Kepada Kapolres Bima segera melakukan infestigasi lebih cepatnya terhadap oknum kepolisian yang melakukan penembakan babi buta terhadap masa aksi.


Selaku Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri SE. Rakyat mendesak Bupati Bima agar merespon secara cepat tuntutan masyarakat sape agar tidak menimbulkan efek yang berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat yang banyak. Dan sekaligus meminta tanggung jawab terhadap Bupapi Bima atas terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM berat) yang di lakukan oleh pihak Kepolisian yang melakukan penembakan babi buta terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima pada hari jumat tgl 15-02-2019 kemarin.

Kami meminta terhadap rakya Kecamatan Sape untuk menahan diri agar tidak melakukan tindakan di luar dari pada koridor hukum yang berlaku, karna kita sebagai rakyat meminta terhadap pemerintah yg bersangkutan agar secepatnya menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Kecamatan Sape Kabupaten Bima.

TUNTUTAN:

  1. Kapolri segera melakukan pemecatan terhadap oknum kepolisian yang melakukan penembakan babi buta terhadap anak di bawah umar.
  2. Kapolres Bima segera melakukan infestigasi secepatnya oknum kepolisian yang melakukan penembakan babi buta terhadap masa aksi.
  3. Bupati Bima segera melakukan tindakan secepatnya terhadap persoalan yang terjadi di Kecamatan Sap Kabupaten Bima.
  4. Hentikan pelanggaran HAM.
  5. Segera melakukan perbaikan jalan menuju ke TPI


×
Berita Terbaru Update