Notification

×

Iklan

Iklan

Serius Ingin Mengelola Kopi Secara Profesional, BUMDes Maria dan Maria Utara OJT Di Suhendar Coffee

Rabu, 16 Januari 2019 | 15.40.00 WIB
Untuk mendapatkan kwalitas sebuah produk yang maksimal, tentu saja harus memahami proses produksi sebuah produk dari Hulu ke Hilir. Hal ini lah yang dilakukan oleh BUMDes Maria Utara dan BUMDes Maria Kecamatan Wawo Kab Bima.

Didampingi oleh TPID (Tim Penyedia Inovasi Desa) Kec Wawo, ditemani oleh sekdes Maria Utara, Suwandi dan sekdes Maria M. Al-Ghazali, S.Pd. Juga turut didampingi oleh Julhaidin sebagai Tim P2KTD (Penyedia Peningkatan Kapasitas Tekhnis Desa) Bidang Kewirausahaan Kab Bima. Kedua BUMDes tersebut melaksanakan On The Job Training (OJK) di Suhendar Coffee' - Penatoi Kota Bima, Senin sore kemarin (14/1).

Julhaidin sebagai P2KTD berjanji akan mengawal proses edukasi masyarakat kelompok Tani Kopi di Wawo yang bermitra dengan kedua Bumdes ini mulai dari Proses Petik, Pasca Panen hingga manajemen produksi. "Bisnis Kopi sudah menjadi Trend Dunia saat ini, kalau sudah bicara trend, maka kwalitas menjadi utama. Saya akan melakukan pendampingan proses dan pra pemasaran jika BUMDes membutuhkan tenaga saya" Tegas lelaki Gondrong yang biasa dipanggil Rangga Babuju ini.

Rangga sangat tahu betul bagaimana dinamika Per-Kopi-an di Bima khususnya. Trend ini akan menjadi Icon tersendiri bagi Desa yang mampu mengelolanya. "Saya pikir, turunan pengelolaan Kopi ini cukup banyak, mulai dari Festival Petik kopi hingga menginovasi ke Lulur atau Masker Kopi. Yang penting, BUMDes serius dan Profesional dan mengelola" Harapan Rangga yang juga seorang pengusaha Kopi original kemasan dengan Brand 'Tambora Redstone Coffee' untuk kopi Tambora dan 'Lengge Heritage Coffee' untuk Kopi Wawo.

Ketua BUMDes Maria Utara, Putra Maryana cukup antusias mendalami usaha kopi ini. "Potensi Kopi di Desa kami cukup besar, tapi belum dikelola dengan baik. Sayang kalau potensi ini kami biarkan begitu saja. Dan saya makin semangat setelah mengetahui banyak hal soal kopi ini mulai dr soal produksi hingga pemasarannya. Dan kami sadar, bahwa kami telat memulai tetapi tidak terlambat untuk merintisnya dengan baik dan benar" Ungkapnya.

Hal ini diamini oleh sekdes Maria Utara, Suwandi. "Saya dukung apa yang direncanakan oleh BUMDes ini, tentu saja akan saya maksimalkan direncana anggarannya. Dan BUMDes Desa semoga dapat menjadi contoh dalam hal pengelolaan kopi berkwalitas berbasis masyarakat" Harapnya.

Untuk diketahui bahwa Kecamatan Wawo memiliki potensi pohon kopi seluas 227 Ha baik yang ada di Hutan Produksi maupun di hutan tutupan negara. Tersebar di wilayah Kawae hingga Riamau. Dan berpotensi pula untuk dilakukan peremajaan dan pengembangannya. Usaha Greendbean (Biji Kopi mentah) maupun Roastbean (Biji Sangrai) saat ini cukup menjanjikan. Jenis kopi yang tumbuh diwilayah Kec Wawo sebagian besar adalah Jenis Robusta. Tapi sangat mungkin dibeberapa titik ditanami jenis Arabica, seperti di wilayah Kawae dan Riamau.
×
Berita Terbaru Update