Notification

×

Iklan

Iklan

HMI Mengalami Kemunduran Disebabkan Oleh Pengurus Besar

Jumat, 28 Desember 2018 | 15.34.00 WIB
Penulis : Syahrul Ramadhan Al Faruq
Syahrul Ramadhan Al Faruq
Sebelum saya memberikan selayang pandang terhadap Himpunan saat ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Isalam (HMI).

1. Moral Pengurus PB HMI sudah tidak ada lagi.
2. Ketidakmampuan pengurus PB HMI dalam ranah intelektual.
3. Konstitusi yang menjadi landasan Organisasi tidak lagi diindahkan.
4. Nilai politik lebih unggul dari pada nilai intelektual.
5. Dinamika politik Himpunan dipengaruhi oleh antek-antek partai politik.

Sifat Independen Organisasi HMI seharunya menjadi tolak ukur bagi kader dan PB HMI ketika melakukan tindakan menyangkut persoalan organisasi.

Setelah kejadian Rapat Pleno yang dilakukan oleh PB HMI di Bandar Lampung saat itu memberikan dampak buruk bagi seluruh kader HMI. Ini tidak terlepas dari pengaruh situasi politik menjelang pilpres 2019.

Bicara politik adalah bicara kepentingan, bicara kepentingan adalah bicara siapa yang mengaminkan pilihan, itulah yang dipertahankan dalam kepengurusan saat ini. Kenapa saya mengatakan begitu, karena banyak PB HMI yang dipertahankan masih banyak yang LK II, justru yang dibuang itu sudah LK III. Kalau landasanya konstitusi, tidak seharusnya seperti itu.

Ketua Umum PB HMI Sadam Al Jihad melakukan tindakan diluar konstitusi, Sekertaris Jendaral PB HMI tidak terlepas dari pencoretan namanya, dan di ganti oleh Naila Fitria mantan Sekjen PB Kohati dan Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI. Sejauh ini belum ada tindakan Sekjen PB HMI (Arya) yang mencederai Konstitusi HMI dan pedoman kepengurusan. Saya rasa ketum PB HMI sudah bertindak semena-mena terhadap Konstitusi HMI.

Sikap ketum seperti itulah yang merusak tatanan Himpunan saat ini, tidak hanya nama HMI yang rusak, tapi kader HMI seluruh Indonesia saat ini hilang arah.

Terlepas yang memegang sistem dan yang menjadi Oposisi dalam sistem, itu sama-sama memberikan dampak buruk terhadap HMI.

Saya menulis ini bukan untuk mempertahankan Kanda Arya yang pernah menjadi Sekjen PB HMI, tapi saya mengutuk tindakan ketua umum PB HMI dan sikap rakusnya Yunda Naila dalam Himpunan.

Saya bukan Kader HMI Bandar Lampung, justru saya kader HMI Cabang Ciputat.

Semoga tidak ada yang mengerti dan tidak bermanfaat sama sekali.
×
Berita Terbaru Update