Notification

×

Iklan

Iklan

Character Building Untuk Mengembangkan Jiwa Intelektual, Religius dan Humanis Pemuda Bangsa

Sabtu, 01 Desember 2018 | 09.19.00 WIB
Foto : Hamdan Syakiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang
Penulis : Hamdan Syakiri


Pendidikan/education adalah usaha dan rencana dalam mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat memahami, mempelajari, serta mengembangkan potensi yang dimilikinya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Umum (Social, budaya, kultur dan lain-lain), serta Ilmu Pengetahuan Khusus (Materi pembelajaran dasar, menengah pertama, menengah atas bahkan strata) agar anak bangsa memiliki kekuatan jiwa berintelek, religius bahkan jiwa social yang tinggi dan atau jiwa humanis.

Karakter/character merupakan sikap atau perilaku yang dimiliki setiap orang, yang telah ada sejak orang tersebut mendapatkan pendidikan pertama yaitu didikan dari kedua orang tuanya. Pendidikan karakter (Character building) merupakan usaha dan rencana dalam mewujudkan suasana dan proses belajar mengajar tentang pembentukan karakter anak (Berintelektual, sikap/perilaku, jiwa social dan terutama kereligiusan ) dengan pelatihan, membimbing, menilai, mengevaluasi dan lain sebagainya, sehingga peserta didik mampu mengetahui karakter mereka yang sebenarnya, baik/buruknya karakter mereka, sehingga mereka mampu mebenahi dan merubah karakter mereka yang semula kurang baik baginya melalui wadah pendidikan yang berkarakter ini.

Ketika suatu negara tidak menaruh perhatian terhadap pendidikan, maka negara tersebut tidak membangun sumber kekuatan, kemajuan, kesejahteraan, dan sumber martabatnya yang selalu bisa diperbarui, yaitu kualitas manusia dan masyarakatnya yang ditentukan oleh kekuatan karakter selain tingkat kecerdasan (Pakar yayasan jati diri.pendidikan karakter disekolah 2013). Pendidikan karakter bukanlah hal yang baru dalam sejarah manusia, pada dasarnya pengajaran karakter telah di kerjakan oleh orang tua sebelum pendidikan formal ada. Namun, seiring dengan perkembangan jaman atau perkembangan globalisasi sampai sekarang ini, proses pengajaran karakter oleh orang tua bahkan pendidikan formal memiliki saingan berat dalam membenahi serta mengajari karakter anak bangsa agar kedepannya menjadi agent or chages dan bahkan menjadi pemimpin/leaders bangsa yang berkarakter luar biasa.

Faktor utama yang menjadi persoalan mulai punah/pudarnya karakter pemuda bangsa yang berintelek, religius bahkan berjiwa humanis adalah karena akibat dari perkembangan globalisasi yang tidak ada hentinya di seluruh dunia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan terus berkembang di dunia dan khususnya di Indonesia, yakni metode pembelajaran yang berbasis teknologi canggih, penggunaan social media dan lain sebagainya memang memberikan dampak yang baik untuk meringankan pengembangan pendidikan di sekolah-sekolah bahkan pendidikan-pendidikan khusus dari orang tua dan masyarakat. Namun, jika kita melihat di sisi yang lain bahwasannya perkembangan globalisasi dengan melibatkan teknologi canggih dalam pengembangan pendidikan khususnya, dapat memberikan dampak negatif bagi para generasi selanjutnya yang akan menjadi leaders dan agent of changes untuk bangsa ini.

Dampak negatif dari perkembangan globalisasi khususnya penggunaan teknologi canggih dalam pendidikan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa, tidak fokus belajar, mengganggu kesehatan dan pola pikirnya serta mulai mengikuti (budaya dalam negri bahkan budaya luar) dan mengganggu karakter anak bangsa yang semula di didik oleh pusat pendidikan yakni orang tua, sekolah bahkan masyarakat ke ranah yang positif namun sebaliknya.

Faktor terbesar yang menjadi masalah dalam pengembangan pendidikan adalah faktor penyebab global yaitu kurangnya perhatian orang tua dan sekolah terhadap pengembangan kebijakan dan karakter dalam hal penyeragaman, hubungan mekanistik serta memandang siswa sebagai objek dan lain-lain.
Pendidikan yang berkarakter dapat membentuk kepribadian anak bangsa yang berjiwa intelektual, religius serta berjiwa humanis karena pada kenyataannya pendidikan karakter adalah pendidikan yang akan membenahi karakter mereka sehingga dapat mengembangkan jiwa yang berintelek, religius dan humanis.

Jiwa yang berintelek merupakan hal utama yang harus dimiliki setiap orang khususnya pemuda bangsa yang kedepannya akan menjadi pemimpin serta agen perubahan untuk negri ini. Pengembangan jiwa yang berintelek melalui pendidikan yang berkarakter dapat dilakukan dengan metode pengajaran dasar yakni dengan melatih kedisiplinan, menyibukkan siswa dengan metode pengajaran yang aktif oleh pusat pendidikan khususnya tenaga pendidik di sekolah-sekolah. Selain itu, pembentukan jiwa yang religius dalam diri anak bangsa dapat dilakukan dengan metode pembelajaran yang islami yakni mengajari siswa tentang ilmu pengetahuan agama, sehingga mereka mampu mengetahui serta menerapkan dampak posistif dalam mempelajari ilmu agama untuk membentuk karakter mereka yang berjiwa religius.

Kemudian, jiwa yang humanis adalah sesuatu hal yang menjadi penunjang perkembangan karakter anak bangsa, karena pada dasarnya setiap anak memang memiliki jiwa yang berintelek namun masih kurang berinterkasi dengan lingkungan socialnya, karena masih memilah-milah setiap orang, masih membedakan satu sama lainnya. Maka dari itu, dengan adanya pendidikan yang berkarakter ini anak bangsa mampu memiliki jiwa yang humanis atau dapat berbaur dengan lingkungan socialnya, proses pengembangan jiwa yang humanis ini dapat dilakukan dengan metode pelatihan serta pembiasaan oleh tripusat pendidikan yang menjadi tugas utamanya, pembiasaan serta pelatihan dapat dilakukan dengan melibatkannya dalam proses pembelajaran yang berintelek serta pembentukan jiwa yang religius di atas, karena jika proses pembentukan jiwa yang berintelek, religius serta berjiwa humanis sejalan dan seimbang tentunya akan mampu membenahi karakter anak bangsa yang baik dan sebaliknya, jika pendidikan yang berkarakter di pertahankan tentunya akan mampu mempertahankan serta mengembangkan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap anak sehingga dapat mengontrol dan menghindari hal-hal negatif dari perkembangan globalisasi sekarang ini.

Apabila arah pendidikan telah ditetapkan dengan tepat, yang tidak kalah pentinganya sekarang adalah memilih cara untuk melaju sesuai arah yang ditentukan. Tanpa cara yang tepat, penyelenggaraan pendidikan tidak akan mencapai tujuan atau sangat lambat dalam pergerakannya mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu. Maka dari itu, pendidikan di indonesia harus dikembangkan dengan cara menjadikan pendidikan yang berkarakter ini menjadi pembelajaran utama di sekolah-sekolah dan di rumah sang anak.

Pada dasarnya pendidikan karakter adalah pendidikan yang mampu membenahi dan mengontrol kebiasaan siswa dalam mengikuti arus perkembangan globalisasi yang dominan memberikan dampak negatif untuk perkembangannya kedepan. Pada hakikatnya jika seorang anak telah ditanamkan jiwa yang demikian itu, maka harapan Bapak Ir. Soekarano yang meminta 10 pemuda dan akan menggoncangkan dunia, akan terwujud karena merekalah pemimpin masa depan dan agen perubahan untuk negeri ini. Maka dari itu, pendidikan karakter/character building merupakan metode terpenting dalam mengedepankan serta mengembangkan jiwa intelektual, religius serta humanis pemuda bangsa.

hamdan/indikatorntb.com
×
Berita Terbaru Update