Notification

×

Iklan

Iklan

Pesan Ayah Untuk Anak

Selasa, 18 September 2018 | 22.32.00 WIB

Abdul Gafur (Kiri) Mahasiswa Pascasarjana UMSIDA

"Konsistenlah Melaksanakan Misi Hidup"

Oleh : Abdul Gafur
(Mahasiswa Pascasarjana UMSIDA)

Wahai Anakku! Kehidupan dunia ini sangat berat dan berliku-liku, engkau tidak akan sanggup menjalaninya tanpa membekali dirimu dengan ketaqwaan, ibadah yang tekun, serta kesabaran yang berakar dalam jiwamu.

Maka dari itu, engkau dituntut untuk memperbanyak ibadah mendekatkan diri pada-Nya dan berpengetahuan yang luas dalam mengarungi bahtera hidup ini.

Lihat di sekelilingmu betapa banyak orang yang berlomba-lomba dalam mencari dan menumpukkan harta, jabatan, dan perniagaan dunia dengan berbagai rintangan yang mereka hadapi, sehingga tidak sedikit diantara mereka yang tanpa mengenal masuknya waktu sholat untuk membuktikan kecintaannya terhadap sang kholiq yang telah memberikan kehidupan untuknya.

Jika perlakuanmu sama seperti kebanyakan orang diluar sana maka engkau tidak akan dipandang baik dihadapan-Nya dan engkau akan selalu mendapatkan kegelisahan dalam hidup karena ragamu tidak engkau gunakan dalam ketaatan padaNya dan jiwa tidak engkau taburi dengan kalimat-kalimat Thoyibah.

Anakku! Hidup ini sangat keras penuh dengan cobaan dan ujian, cobaan yang selalu datang silih berganti menghampirimu tanpa mengenal dirimu dalam susana bahagia, susah dan sedih.

Perkuatlah dirimu dengan keimanan dan ketauhidan yang kokoh agar tidak mudah goyah, bangun pondasi tauhid yang benar dalam jiwa untuk membentengi dari berbagai macam ujian dan godaan dunia.

Sudah jutaan orang yang tersesat hidupnya karena tergoda dengan pesona dunia, putus harapan akhiratnya bahkan ada yang berpindah keyakinan ingin meraih kesempurnaan dunia.

Anakku! Setelah engkau memegang teguh persaksianmu tentang ke Esaan Allahu Subhana Wata’ala maka engkau harus tahu apa tugas dan misi hidupmu selama engkau menjalani kehidupan di muka bumi ini.

Ketahuilah olehmu wahai anakku, bahwa pada hakekatnya misi hidup semua manusia itu sama, apakah ia orang kaya, miskin, laki-laki, perempuan, rakyat kecil, petinggi negara bahkan dari jenis warna kulitpun memiliki kesamaan misi dalam menghadap kembali kepada-Nya, semua di minta oleh Alloh untuk melaksanakan misi yang sama, yaitu mengabdi dan beribadah kepada Alloh dan Rosul-Nya, Alloh mengatakan dalam Al-Qur’an;

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribada kepadaku”.

Annakku! Beribadah kepada Alloh itu jangan engkau bayangkan dan berfikir hanya berkaitan dengan sholat, puasa, zakat dan haji. Bahwa itu merupakan ibadah yang benar adanya dan tidak boleh engkau tinggalkan walaupu engkau dalam susana yang gundah karena itu ibadah yang utama yang ditetapkan oleh Alloh dan Rosul-Nya, Ajaran Islam sangatlah luas.

Jika engkau memahami bahwa ibadah dan ajaran islam hanya sebatas ibadah-ibadah ritual seperti itu, maka ibadah yang engkau kerjakan akan kehilangan ruh dan tidak bermakna apa-apa dalam kehidupanmu, hidup ini akan indah dirasakan jika engkau mewarnai gerak langkah dan seluruh hidupmu dengan berjuta kebaikan yang engkau lakukan diluar ibadah ritual.

Di masjid engkau rukuk dan sujud untuk bersimpuh memohon kepadan-Nya. Di masjid engkau belajar untuk menegakkan kejujuran dan kemanahan. Di masjid patuh, berucap yang baik untuk meraih kecintaan kepada-Nya.

Tetapi ketika engkau bermain dengan temanmu di luar masjid, engkau selalu berbuat curang dan selalu berkata, lisanmu begitu ringan menyakiti teman-temanmu, bahkan kelak engkau bekerja, tanganmu selalu berlumuran noda dan nista karena berani mengambil harta yang bukan hakmu.

Engkau tanpakkan dirimu seakan-akan tidak ada rasa takut yang timbul dalam jiwa terhadap sang kholiq maha pencipta, ingatlah wahai anakku Alloh selalu bersamamu dan mengawasi kemanapun engkau pergi.

Oleh karena itu annaku, dalam menjalani hidup ini perlu beribadah dan menjalankan misi yang sesungguhnya. Ibadah dalam misi bagi semua manusia yang dimaksud adalah harus dalam bingkai pemahaman, “Hidup dan mati hanya untuk Alloh dan Rosul-Nya”.

Anakku, Jika engkau mampu menjiwai kalimat itu, hidup dan mati karena Alloh dan Rosul-Nya, maka seluruh gerak hati, pikiran, tangan, kaki, pendengaran, lisan, penglihatan dan seluruh jiwa ragamu akan bergerak patuh dan tunduk pada Rabbmu tuhan yang menciptakanmu.

Jika sudah demikian, maka seluruh pekerjaan yang engkau kerjakan dalam hidup ini semata-mata mengharap Ridho-Nya.

Jika seluruh jiwa dan ragamu telah bersimpuh dihadapan-Nya maka hatimu akan jernih dan pikiranmu akan ringan dalam mengarugi hidup ini, pengharapanmu akan bertumpuk pada sang kholiq tidak pada selainnya apalagi sesama makluk, tumpuan harapanmu hanya tertuju pada Rabbmu sang pencipta alam semesta.

Setelah engkau melakukan sesuatu engkau tidak akan berharap tepuk tangan dan pujian dari sesama, penglihatan dan komentar lisan-lisan manusia tidak engkau jadikan ukuran dalam seluruh aktivitas hidupmu keran engkau tahu bahwa penglihatan dan pujian Alloh melebihi segalanya bagimu.

Anakku, jika engkau bergerak dalam hidup dengan motivasi karena Alloh dan Rosul-Nya, maka engkau akan meniti jalan kehati-hatian dan ketaqwaan disepanjang hidupmu, sebuah jalan hidup yang telah dicontohkan oleh para Nabi dan telah dipilih oleh orang-orang terdahulu yang diselamatkan oleh Allahu Subhana Wata’ala.

Anakku, bila engkau konsisten menjalankan misi hidupmu, yaitu mengabdi hanya kepada Alloh maka engkau akan benar menjadi orang-orang yang beruntung.

Disepanjang hidupmu engkau akan engkau akan terus menerus mengumpulkan kebaikan dan catatan pahala dari amal-amal sholih di sisi Tuhanmu.

Kesempurnaan penghambaanmu kepada Alloh dan Rosul-Nya harus diimbangi dengan berbuat baik kepada sesama. Tempatkan perbuatan baikmu terhadap sesama sebagai bentuk penghambaanmu kepada Alloh dan Rosul-Nya, penghambaan kepada Alloh dan berbuat terhadap sesama perumpaannya seperti dua sisi uang logam. Uang itu bisa digunakan untuk bertransaksi apabila dua sisinya masih utuh.

Kalau hanya satu sisi saja yang masih utuh maka tidak akan laku sebagai alat transaksi, oleh karena itu anakku, engkau diajarkan oleh islam untuk beribadah tidak hanya kepada Alloh dan Rosul-Nya saja tapi harus dibarengi dengan berbuat baik terhadap sesama.

Jika hal itu bisa engkau lakukan maka engkau akan masuk dalam golongan orang-orang yang berislam kaffah (seutuhnya), sebagaimana yang telah di ajarkan oleh Rasulullahi Sholallahu Alaihi wa salam, ketika beliua hidup di Mekkah beliau tidak hanya menjalankan kewajibannya terhadap Alloh semata, tapi beliau selalu menyantuni dan membantu orang-orang yang lemah dan berbuat baik padanya bahkan yang berbeda keyakinan dengan beliau pun selalu tersalurkan kebaikan dari-Nya (Muhammad Sholallahu Alaihi wa salam habibullah).

Untuk itu, berbuat baiklah terhadap tetangga, teman bermain, teman kerja dan teman-temanmu yang lain, agar kebaikan yang engkau kerjakan kembali kepadamu, kelak bila engkau sudah dewasa dan berkehidupan yang mapan ingatlah kembali saat masa-masa sulitmu yang pernah engkau alami agar pikiranmu terbuka dan hatimu dermawan untuk mau berbagi dengan orang-orang yang sulit dalam hidupnya, karena saat itulah engkau akan lebih banyak bersyukur atas karunia yang diberikan Alloh kepadamu.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat untuk kita semua Aamiin ya Robbal Alamiin.

Penulis : Abdul Gafur
Editor    : Syahrul Ramadhan
×
Berita Terbaru Update