Notification

×

Iklan

Iklan

Generasi Muda Mesti Berdikari

Senin, 03 September 2018 | 19.01.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com - Bangsa merupakan satu kesatuan tekad atas penyamaan pengalaman menjadikan suatu karakter bersama yang dapat menimbulkan semangat perjuangan yang dibentuk dalam keutuhan cinta terhadap tanah air dan bangsa.

Berbicara perjuangan, setiap bangsa dan negara memiliki dasar yang jelas dan konkrit, itu pulalah alasan negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI) didirikan oleh para pelopor Bangsa.

Kata perjuangan, akan mengingatkan kita pada suatu masa dimana para leluhur bangsa kita berdarah_darah serta tumbang di medan juang untuk mempertahankan bumi pertiwi yang kita cintai ini.

Semangat yang berapi-api, sorakan kebangkitan bergejola dimana-mana, sabang sampai marauke, dari pulau miangas sampai pulau rote.

Hingga sampailah pada puncak perjuangan yang ditandai dengan Pidato Bung Karno tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Mulai detik itu pula merukan awal Dari Independensi Negara Indonesia.

Tibalah kini, dizaman yang penuh kecanggihan dikenal dengan Era Modern. Pada zaman modern ini amat banyak yang kita perlu untuk merefres kembali akan era perjuangan para pendiri bangsa. Mengingat bahwa, kondisi Negara Indonesia pada masa dewasa ini sangat kental dengan tanda tanya.

Oleh sebab itu mari kita sama-sama mengedepankan pola pikir yang jerni dalam menelaah dan memperbandingkan antara arah perjuangan pada masa penjajahan dan arah pandangan perjuangan pada masa kini.

Saat ini lebih kurang sudah 73 tahun Indonesia meredeka, dengan harapan semakin bertambah jauhnya perjuangan indonesia Pasca kemerdekan akan semakin mengarahkan bangsa kita ini ke arah yang lebih maju dan meyakinkan akan suatu negara yang merdeka.

Saat ini, tepat pada kepemimpinan bapak Jokowi Dodo sebagai pimpinan tertinggi di Negara kita Indonesia, amat banyak yang perlu kita intropeksi. Dimana carut-marut negeri ini semakin menunjukan bahwa Indonesia belum layak bersaing dipentas Internasional. Bagaimana tidak, indonesia yang kita anggap masih dangkal dalam pergolakan Politik, Polarisari pendidikan terkadang tidak tepat sasaran, ekonomi selalu mengalami difisit, nilai tukar rupiah yang melemah, Kesehatan semakin mahal, lebih-lebih budaya kita semakin jauh dari kebudayaan asal.

Utang negara semakin menggunung, rakyat kebingungan harus berlindung dan percaya terhadap siapa lagi.

Ada kalanya para Mahasiswa bersuara dan berlomba_lomba dalam mengkritik serta memberikan solusi tapi pergerakan semakin diikat oleh aturan yang dimana aturan tersebut bersifat menjerat bagi rakyat awam dan rakyat ilmiah.

Sungguh kondisi yang menyesahkan dada dan hanya pertumpuk pada suatu harapan.

Disisi lain pemerintah mengharapkan generasi bangsa lebih ideal dan progresif serta berdikari agar bersama-sama memupuk semangat juang dalam memajukan negeri ini. Namun sisi lain negeri ini memberikan batasan-batasan tak langsung bagi generasi muda dalam berdikari.

Tak jarang kita melihat dan mendengar akan kabar buruk dari para elit bangsa, Pembunuhan, perampasan, penindasan, konflik dan termasuk Korupsi yang semakin bertambah Para pemangku jabatan stategis di negara ini seakan berlomba-lomba untuk meraut keuntungan secara sepihak (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), tapi disayangkan sikap yang kurang bijak tersebut.

Bisa difasirkan bahwa, jika hal yang demikian itu masih terus bergejola, maka bangsa indonesia tidak akan bernafas panjang.

Untuk itu mari kita melawan yang semestinya untuk dilawan dan mari bersama-sama berjuangan untuk hal yang perlu diperjuangkan.

Karena generasi muda mesti berdikari

Penulis : Defisofian
×
Berita Terbaru Update