Notification

×

Iklan

Iklan

Gagal Nyaleg di PDIP, Pria ini Merasa Diperlakukan Lebih Kejam Dari PKI

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19.12.00 WIB
Banner/pamflet Darusman, A.Ma
Indikatorbima.com - Politik itu jahat, politik itu kejam. Mungkin kata itulah yang sedang dialami oleh Darusman, A.Ma yang merasa dikhianati dan ditipu oleh kader PDIP, Sabtu (18/08/18).

Darusman, A.Ma merupakan calon anggota DPRD sementara Kabupaten Bima Dapil IV yang akan di usung oleh partai PDIP dengan nomor urut 5. Namun, Darusman, A.Ma harus tereliminasi setelah dirinya menandatangani surat pengunduran diri atas ajakan temannya Musmuliadin ketua PAC Kecamatan Ambalawi yang juga seorang calon anggota DPRD sementara Kabupaten Bima dengan nomor urut 2 bersama 3 orang temannya yang lain.

"Ditipu, dikhianati, di bantai dan kejamnya PKI lebih kejam ini yang saya rasakan," ujar Darusman kepada Indikator Bima melalui WhatsApp.

Darusman menceritakan kronologis dan proses bagaimana dirinya di eliminasi. Awalnya Musmuliadin yang akan diusung oleh partai PDIP tidak terima dengan penetapan nomor urut calon. Dimana rekannya tidak setuju jika dirinya ditetapkan sebagai calon anggota DPRD sementara dengan nomor urut 2 oleh partai PDIP.

Tidak terima dengan hal itu, rekannya Musmuliadin tersebut mengajak Darusman bersama 3 orang lainnya untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri bermaterai 6000 sebagai bentuk kekecewaan dan penekanan kepada DPC PDIP agar mau merubah posisi nomor urut calon.

Surta pernyataan itu diantar oleh Adi ke rumah Darusman untuk dimintai tanda tangan.

Setelah surat pengunduran diri tersebut ditanda tangani oleh Darusman bersama 3 orang temannya, surat pengunduran diri tersebut kemudian diserahkan kepada DPC PDIP Kabupaten Bima.

Namun yang terjadi justru hal yang tidak terduga, ternyata surat pengunduran diri 4 orang teman Darusman tersebut, tidak pernah sampai ke kantor DPC PDIP Kabupaten Bima, melainkan hanya surat pengunduran diri milik Darusman saja yang diserahkan dan sampai kepada DPC PDIP Kabupaten Bima.

"Nyatanya itu muslihat mereka belaka, karena surat pengunduran diri saya saja yang disampaikan," ungkap Darusman.

"Saya menduga mereka sudah merencanakan untuk menggeser saya, karena ada saudara Iqbal dari PK Golkar yang datang melamar," lanjutnya.

Mendapati peristiwa yang dianggap sebagai peristiwa penipuan dan penghianatan itu, Darusman bergegas mendatangi kantor DPD PDIP pada tanggal 10 Agustus 2018 untuk melakukan klarifikasi. Namun, hingga saat ini dirinya belum juga mendapatkan kejelasan.

"Kemarin tanggal saya pergi ke Kantor PDIP Kabupaten Bima, untuk menanyakan hal demikian, dan kata pak Ketua DPD, akan berusaha untuk memulihkan kembali tapi nyatanya sampai hari ini belum ada kabarnya," turunya.

"Saya memang bukan sebagai kader yangg di kader, tapi saya sebagai warga PDIP dan memiliki kartu keanggotaan," lanjutnya.

Darusman menegaskan bahwa dirinya tetap ingin menjadi calon Anggota DPRD Kabupaten Bima DAPIL IV, sebab dirinya sudah berjuang cukup lama dan susah payah.

"Saya tetap ingin menjadi caleg tetap di PDIP mengingat perjuangan saya sudah cukup lama dan panjang," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Nurdin Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima menanggapi serius peristiwa yang dialami oleh Darusman. Nurdin membenarkan bahwa yang sampai ke kantor DPC Kabupaten Bima hanya surat pengunduran diri dari Darusman saja. Nurdin juga mengaku tidak tau menau tentang siapa yang menyampaikan surat pengunduran diri Darusman sebagai calon anggota DPRD sementara Kabupaten Bima.

"Surat pengunduran dari Darusman, yang jelas surat ini sampai ke kantor DCP PDIP saya tidak tau siapa yang bawa kesini," terangnya kepada Indikator Bima melalui Telpon.

Hal lain juga disampaikan oleh Nurdin, bahwa Darsuman belum ditetapkan sebagai calon anggota DPRD Sementara Kabupaten Bima dari partai PDIP. Menurutnya, Darusman hanya salah satu calon yang akan didaftarkan ke KPU. Namun, hal itu belum dilakukan karena Darusman belum menyampaikan surat penguduran diri dari Honor daerah, sebaliknya yang sampai ke kantor DPC PDIP Kabupaten Bima adalah surat penguduran diri Darusman sebagai calon Anggota DPRD sementara Kabupaten Bima.

"Kami juga kan bersikap, partai ini kan tidak bodoh," lanjutnya.

Sementara itu, terkait pernyataan Darusman tentang dugaan peristiwa penghiatan dan penipuan yang dilakukan oleh teman-temannya dan kekejaman teman-temannya yang dianggap lebih kejam dari PKI ditanggapi santai oleh Nurdin. Nurdin menganggap hal itu bukan urusan partai, melainkan urusan Darusman dengan teman-temannya.

"Itu kan urusan dia dengan orang-orang itu. Itu kan urusan personal. Yang saya proses kan sesuai dengan fakta yang ada di tangan saya," tegasnya.

Reporter : Ginanjar
Editor : Furkan AS


Berita ini pernah di muat oleh media indikator bima news.
×
Berita Terbaru Update