Notification

×

Iklan

Iklan

Rebeccam Rum Bukan Pembunuh Razan Al Najjar, ini Pengakuannya

Selasa, 05 Juni 2018 | 14.51.00 WIB
Foto : Rebeccam Rum dan Razan Al Najjar (sumber : es.abna24).
Indikatorntb.com - Rebecca Rum (24) tahun yang dituduh sebagai pelaku (sniper) penembakan yang menewaskan Razan Al Najjar pada hari Jumat (01/06/18) lalu memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan. Bahwa dirinya bukan pelaku penembakan terhadap Razan Al Najjar, Selasa (05/06/18).

Tuduhan terhadap Rebeccam Rum tersebut, muncul melalui unggahan facebook seorang wanita dari Chicago, Suhair Nafal, yang mengaku berasal dari Ramallah. Suhair Nafal mengunggah foto Rebecca ketika memegang senapan otomatis M16 pada tahun 2014 saat Rebecca masih berdinas sebagai unit intelijen di dekat Semenanjung Sinai, Mesir, selatan Israel. Nafal menulis bahwa Rebecca menembak seorang perawat medis di Gaza.

Baca juga : Dituduh Membunuh Razan AL Nazzar, Rebeccam Rum Dicaci Maki Warganet

Setelah tiga jam menerbitkan postingannya, halaman Facebook Freedom For Gaza yang memiliki 100.000 pengikut mengunggah dan mengutip deskripsi mantan tentara tersebut dengan keterangan “Pembunuh terlatih ini mengeksekusi seorang perawat Palestina berusia 21 tahun di Gaza saat dia membantu warga sipil yang terluka”

Dilansir dari Jerusalem Post,Rebeccam Rum berusia 24 tahun merupakan warga Israel kelahiran Boston, Amerika Serikat. Diketahui, Rebeccam Rum memang pernah berdinas di tentara Israel sebagai salah satu anggota IDF (Israel Defence Forces). Namun sudah dua tahun lebih ia dibebastugaskan.

Rebeccam Rum pertama kali mengetahui tuduhan itu melalaui ponsel Sahabatnya, ketika ia membuka akun Facebooknya terdapat pesan-pesan yang berisi ancaman yang dialamatkan kepadanya.

"Saya membuka ponsel setelah Shabbat, dan ada ratusan pesan dari orang-orang di Facebook, dan seluruh teman saya menanyakan saya via Whatsaap karena mereka mendapat pesan berisi kebencian di akhir pekan ini," ujar Rebecca.

Rebecca sangat menyayangkan pesan hoax berantai yang telah menyebabkan dirinya dan keluarganya terancam. Ia menduga bahwa informasi itu merupakan upaya propaganda untuk mengahalangi perdamaian.

"Saya tidak mengikuti soal politik, tapi saya melakukan apa yang saya bisa untuk sadar bahwa ini semacam propaganda untuk menghalangi perdamaian," ujar Rebecca.

Meski begitu, Rebeccam Rum sendiri menyatakan durut berduka dan belasungkawan atas kematian Razan Al Najjar. Ia menghimbau kepada setiap orang untuk tidak menyebarkan berita bohong yang menyebabkan dirinya dibenci.

"Saya sangat berdukacita atas kehilangan putri mereka. Kematian selalu menjadi tragedi. Tapi di sisi lain, mereka harus memeriksa fakta sebelum menyebar menjadi kebohongan. Saya berusaha untuk tahu dan mengerti sisi lain. Orang lain mengambil gambar saya dan membuatnya menjadi simbol kebencian dan ini yang saya tentang," ujar Rebecca Rum.

Seperti yang diketahui, foto Rebecaam Rum menjadi viral dengan tuduhan bahwa dirinya adalah pelaku penembakan yang menewaskan Razan Al Najjar.

Reporter : Furkan AS
Editor      : Fuad D Fu
×
Berita Terbaru Update