Notification

×

Iklan

Iklan

Perihal 2019 Dimata Pemuda Indonesia Timur

Selasa, 10 April 2018 | 09.40.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com - Jangan diam ketika bicara politik. Jangan merasa bodoh ketika ketidakadilan nampak didepan mata kita.

Suara Profesor dan orang awam politik itu sama sama satu. Bisa dibuktikan bahwa di Indonesia ini kebayakan orang awam dari pada Profesor, maka dari itu gunakanlah hak pilih dan nilailah siapa yang pantas.

Jika kawan-kawan beragama Islam, utamakan kepemimpinan itu dipegang oleh yang taat agamamanya dan yang mau berjuang bersama untuk kepentingan Islam. Jika kita berdiam diri, siapa yang mau memperjuangkan kita ? Bisa dilihat sekarang ketika orang bodoh memimpin Negeri ini. Kenapa saya menyatakan dia bodoh, karena dalam segala hal, dia banyak tidak tahu nya. Kan perlu di pertanyakan. Apakah dia Presiden atau anak SLB ?

Jika presiden sekarang itu terlihat pro rakyat untuk apalagi ganti presiden, tapi karna memang kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan presiden tidak pro rakyat dan sangat jauh dari pada harapan rakyat. Dan sangat terlihat jelas bahwa dia PRO ASING.

Tidak perlu lagi saya mencatat janji-janji kampaye 2014 silam, tapi yang perlu kita lihat akhir-akhir ini, ketika kekuasan dijadikan sebagai alat untuk menindas.

Orang diktator dan otoriter itu bukan acuan pada wajahnya, tapi lihat sifat dan kebijakannya yang menindas.

Fenomena-fenomena yang muncul akhir-akhir ini bisa dilihat. Semakin tidak menunjukan bahwa ketidakcocokan dia sebagai Presiden.

Penulis : Syahrul Ramadhan Al Faruq
×
Berita Terbaru Update