![]() |
| Foto: Kerusakan bangunan SDN Cugenang akibat gempabumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11). (BPBD Kabupaten Cianjur) |
Indikatorntb.com - Bencana alam gempa bumi bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/22) pukul 13.21 WIB kemarin menyisakan duka yang mendalam.
Gempa Bumi tersebut, berpusat pada koordinat 6.84 LS, 107.05 BT atau tepatnya di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi pada kedalaman 11 km.
Gempa bumi yang mengguncang kabupaten Cianjur selama 15 detik tersebut mengakibatkan, 162 orang meninggal dunia, 326 diantaranya mengalami luka-luka dan 13.784 jiwa terpaksa mengungsi serta 2.345 rumah mengalami rusak sedang hingga berat.
Jumlah tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
"Prihatin juga banyak anak-anak yang meninggal karena ketika kejadian mereka tengah mengikuti pembelajaran, dan madrasah," ungkapnya saat melakukan konferensi pers.
Sementara itu, Kepala Desa Cikancana, Asep Saepul Rahmat, menyebut sebagian besar warganya membutuhkan tenda darurat untuk mengungsi, lantaran banyaknya rumah yang hancur.
"Saat ini warga butuh tenda karena hampir semua rumah rusak hingga warga tak bisa lagi masuk ke rumah terutama di Kampung Cibeleng Hilir," ujarnya.
Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau modified Mercalli intensity, wilayah Cianjur V-VI MMI, Garut dan Sukabumi IV – V MMI, Cimahi, Lembang, Kota Bandung Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta dan Depok II – III MMI.
Berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi.
Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali. Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya.
Di samping itu, tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari instansi berwenang.
Tim/IN
