Pekan lalu, Wartawan media ini berkunjung di sebuah Desa di Kecamatan Pekat. Tepatnya, di Desa Sorinomo.
Desa ini berada di kaki gunung Tambora. Jaraknya, sekitar 8 kilometer dari jalan utama Kecamatan Pekat.
Disepanjang perjalanan menuju Desa tersebut, media ini disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Hamparan padang safana dan perkebunan tebu yang luas dan indah.
Paling mengesankan adalah pemandangan pesona Gunung Tambora dari jauh. Gunung yang dikenal luas lewat letusan dasyatnya pada tahun 1815 itu, terlihat jelas hingga ke pucuknya. Pandangan kearah gunung tertinggi di Pulau Sumbawa itu terlihat jelas, karena tidak tertutup awan.
Konon, katanya dulu, selain meninggalkan kerusakan yang cukup parah, abu Gunung Tambora menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan perubahan iklim drastis. Gunung Tambora sangat melegenda.
Dibalik peristiwa besar tersebut, ternyata tanah Tambora juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Berupa lahan yang subur dan luas.
Media ini mencoba melihat langsung dari dekat aktivitas petani tebu yang memanfaatkan kesuburan lahan sisa letusan di area kaki gunung yang memiliki ketinggian mencapai 2.851 meter di atas permukaan laut.
Media ini berkesempatan bertandang ke lahan perkebunan salah seorang petani tebu tersukses di wilayah Kecamatan Pekat. Dia adalah Suaedi (42 tahun) warga perantauan dari Pulau Lombok yang saat ini berdomisili di Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat.
Seperti biasanya, Suaedi melakukan aktivitas di lahan garapannya. Ketika dikunjungi media ini, pria yang ramah dan rendah hati itu, terlihat santai merawat tanaman tebu miliknya. Dengan mengenakan kaos oblong, topi coklat, Suaeb, panggilannya, membersihkan tanaman tebu sambil melempar senyum khasnya ke media ini.
Suaeb adalah salah satu petani tebu paling sukses di Kecamatan Pekat. Pria ini sangat konsisten dalam mengembangkan tanaman tebu.
Dia mulai mengembangkan tebu sejak tahun 2016.
Tidak tanggung-tanggung dari hasil tanam tebu, Suaeb berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun.
Kisah suksesnya sebagai petani sangat menginspirasi kaum muda. Pria ini terkenal sebagai petani ulet dan kreatif. Dari tidak punya apa-apa, kini Suaeb memiliki puluhan hektar lahan pertanian yang ditanami tebu.
Bagi Suaeb, perjalanan hidupnya sangatlah unik dan menantang. Tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Semua berproses. Paling utama, kerja keras dan pantang menyerah menjadi kunci sukses baginya dalam mengembangkan tanaman tebu.
Ulet dan telaten, usaha perkebunan itu dijalaninya dengan dibantu oleh pihak PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) melalui program kemitraan. Pelan tapi pasti, tanaman tebunya berkembang pesat.
Keuntungan setiap tahun digunakan oleh Suaeb untuk membeli dan menyewa lagi lahan pertanian. Selama 7 tahun Suaeb merintis perkebunan tebu. Hasilnya sekarang sudah bisa dinikmatinya. Dia punya puluhan hektar lahan yang ditanami tebu. Kini, sistem pertanian yang dibangun sudah kuat.
Dia menyampaikan, ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi terhadap pihak PT. SMS. Karena selama ini banyak membantu dan berperan aktif dalam mensukseskan usahanya.
Berkaca dari pengalamannya, dia mengajak petani lain di Kabupaten Dompu, khususnya di lereng Gunung Tambora untuk bertani tebu. Karena jauh lebih menguntungkan daripada bertani komoditi lain. Selain itu, biaya pemeliharaan lebih murah, hasil yang didapatkan lebih besar.
Dia juga berharap kepada petani lainnya agar bisa aktif terlibat dan bergabung menjadi mitra di PT SMS. Karena perusahaan memiliki sejumlah program untuk mengembangkan masyarakat serta memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada petani.
Selain itu, ketika bergabung dia juga berpesan agar fasilitas seperti pelatihan dan pemberdayaan yang difasilitasi oleh PT SMS dimanfaatkan dengan baik. “Mari sukses bersama menanam tebu,” ajaknya.
