Notification

×

Iklan

Iklan

Kecamatan Wera Dihantui Berbagai Persoalan Hukum, GP2I Gelar Aksi di Polda NTB, ini tuntutannya

Kamis, 10 Februari 2022 | 20.19.00 WIB
Foto: GP2I Saat Melakukan Aksi di Depan Pintu Masuk Polda NTB


Indikatorntb.com - Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Indonesia (GP2I) menggelar aksi demonstrasi di depan Polda NTB, Kamis (10/02/22).


Aksi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, sempat diwarnai adu mulut dengan aparatur kepolisian. Hal itu terjadi lantaran massa aksi merasa kecewa dengan Kapolda NTB yang tidak bisa menemui massa aksi.


Hingga akhirnya, massa aksi diajak untuk beraudiensi di dalam ruangan oleh perwakilan Kapolda NTB. Sebagai hasil audiensi, massa aksi dan Polda NTB sepakat untuk kembali bertemu pekan depan untuk membahas tuntutan massa aksi.


"Ya, tadi kami bertemu dan berdiskusi, Senin kita ketemu lagi," ujar Jaisul selaku Humas Aksi kepada media ini.


Pertemuan tersebut, kata Jaisul harus dihadiri oleh perwakilan unit Ditresnarkoba NTB, Ditreskrimum Polda NTB dan Ditreskrimum Polda NTB sesuai dengan bidang atau ranah hukum berdasarkan tuntutan massa aksi.


"Harus ada perwakilan, jika tidak kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi," terangnya.


Lebih lanjut Jaisul menjelaskan, bahwa aksi demonstrasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan kepastian dan keadilan hukum terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Kecamatan Wera.


"Supaya tidak mengambang dan membias kemana-mana, lebih baik diproses secara hukum biar hukum yang menentukan siapa benar siapa salah," tuturnya.


Dalam aksi yang bertagar Keadilan Hukum Untuk Kecamatan Wera tersebut, menyampaikan 6 tuntutan sekaligus, diantaranya:


1. Meminta pelaku pelecehan seksual terhadap anak di Kecamatan Wera, terutama kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Desa Oi Tui


2. Meminta transparansi perizinan CV. Wera Sukses Bersama


3. Mendesak Kapolda NTB untuk segera memproses kasus dugaan tindak pidana Pungli yang terjadi di desa Tawali


4. Mendesak DLHK Provinsi NTB memutus kontrak PT.JMK dan atau tidak memperpanjang izin operasional PT.JMK


5. Mendesak Kapolda NTB untuk memproses kasus dugaan pidana korupsi dan penggelapan yang terjadi di desa Sangiang


6. Mendesak Kapolda NTB untuk mengusut tuntas kasus narkoba di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Wera.


GP2I meminta kepada pihak kepolisian lebih khusus kepada Kapolda NTB untuk tidak menutup mata terhadap persoalan-persoalan hukum yang terjadi di Kecamatan Wera. Bahkan, GP2I mengancam akan melakukan aksi besar-besaran lagi setiap hari Kamis apabila tuntutan mereka tidak diindahkan.


Ochan/IN

×
Berita Terbaru Update