| Foto: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah terlihat berbicara dihadapan kerumunan masyarakat (Sumber: @Bang Zul Zulkieflimansyah) |
Indikatorntb.com - Kerumuman tidak terbendung ketika laga final sepak bola Gubernur Cup antara Wera Vs Sape Putera United digelar. Ribuan Suporter dari kedua Club memadati Stadion Lapangan Semangka Sape, Kabupaten Bima pada Sabut (18/02) kemarin.
Ditengah kerumunan tersebut, hadir pula orang nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Gubernur Zulkieflimansyah. Kehadiran Gubernur NTB tentunya disambut sangat baik dan meriah oleh kerumunan masyarakat.
Namun, sikap berbeda datang dari salah satu pendukung setia Jokowi, Sirajudin, S.Ip atau yang akrab disapa Dae Siras. Ia menilai, bahwa kehadiran Gubernur NTB justru memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat.
"Kerumunan yang terjadi di Final Gubernur Cup itu tidak bisa dibenarkan dengan dalih apapun, karena Gubernur NTB tidak mengindahkan perintah presiden," tuturnya kepada media ini.
Selain itu, kehadiran Gubernur NTB juga dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya kerumunan, bahkan diduga melanggar Protokol Kesehatan Covid-19 ditengah gencarnya penyebaran Varian baru Covid-19.
"Pemerintah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat gencar melakukan vaksinasi ditempat tersebut, namun protokol kesehatan tidak diterapkan sama sekali," kata Dae Siras.
| Foto: Sirajudin, S.IP bersama presiden Jokowi |
"Inikan aneh, kok hanya vaksinasi saja yang digencarkan, sedangkan protokol kesehatannya diabaikan, atau jangan-jangan Gubernur NTB sengaja memanfaatkan situasi final Gubernur Cup untuk meningkatkan target vaksinasi di kabupaten Bima", tanyanya.
"Sedangkan kita mau keluar kota misalkan, harus ini dan itu saking ketatnya protokol kesehatan. Nah, tadi pasca final Gubernur Cup kok Prokes di abaikan, inikan lucu", herannya.
Melihat tingkah orang nomor satu di NTB tersebut, Dae Siras mengaku tidak akan tinggal diam. Ia berencana untuk bersurat secara resmi kepada Jokowi untuk menegur dan menindak tegas perilaku Gubernur NTB pada kegiatan Turnamen Gubernur Cup kemarin.
"Kami akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI terkait kerumunan yang terjadi pasca final Gubernur Cup tadi," pungkasnya.
Bahkan dalam waktu, Dae Siras tidak segan-segan akan segera membuat laporan terkait adanya dugaan pelanggaran Prokes yang diduga dilakukan oleh Gubernur NTB tersebut.
"Kita akan laporkan kasus ini, karena watak pemimpin seperti ini tidak bisa dibiarkan. Selama ini kita cukup susah menghadapi virus corona ini dgn berbagai cara dan aturan yang dikeluarkan oleh pmerintah pusat maupun propinsi dan kab/kota lalu mereka (pemerintah) dengan sewenang-wenangnya membuat kerumunan," tegasnya.
"Jangan rakyat saja yang dikucilkan terkait virus ini, lalu pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat seenak-enaknya melabrak aturan protokol kesehatan," tutupnya.
Sebagai informasi pada Laga Final turnamen sepak bola Gubernur Cup antara Wera FC Vs Putera Sape United tersebut, selain Gubernur bersama rombongannya, hadir pula Bupati Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.
Furkan/IN