| Kapolsek Wera IPTU Husnain |
Indikatorntb.com - Beredarnya informasi tentang adanya aktivitas penyelundupan minyak tanah ilegal yang ditangkap oleh pihak kepolisian di sekitar pantai desa Oi Tui, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima menjadi viral di media sosial bahkan dilingkungan masyarakat, Sabtu (29/01/22).
Menurut keterangan beberapa saksi yang melihat kejadian tersebut, sejumlah orang berseragam polisi dan menenteng senjata terlihat memasuki sebuah kapal yang diduga melakukan penyelundupan minyak tanah ilegal menggunakan speed boat.
"Dilihat dari seragamnya, membawa senjata dg menggunakan sekoci (Speed Boat), tapi saya tidak tau itu dari Kepolisian Polsek Wera atau Polsek Sape," terang salah seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.
Sementara menurut keterangan saksi lainnya yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa setelah beberapa saat sejumlah orang yang berseragam polisi itu keluar kembali dari perahu yang diduga menyelundupkan minyak tanah ilegal itu meninggalkan pesisir pantai desa setempat menuju ke arah timur ( perairan Sape ).
"Setelah itu, perahu yg diduga membawa minyak tanah tsb meninggalkan tempat / lokasi menuju ke arah Timur ( Sape) ," terangnya.
Informasi tersebut senter dikonsumsi oleh publik tanpa kejelasan dan menimbulkan polemik, masyarakatpun meminta kepada pihak Kepolisian Polsek Wera untuk memastikan informasi tersebut.
Sementara itu, saat di konfirmasi oleh media ini melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Wera IPTU Husnain menyampaikan belum mendapatkan informasi adanya penangkapan terhadap penyelundup minyak tanah ilegal di pesisir pantai desa Oi Tui.
"Hingga saat ini tidak ada info yang saya terima lebih lanjut dan belum ada laporan dari anggota saya yang piket kemarin terkait adanya mengamankan pelaku maupun minyak tanah itu," katanya.
Terkait informasi yang beredar di masyarakat, bahwa pada saat hari yang sama, Jum'at (28/01) kemarin ada kegiatan patroli yang dilakukan oleh anggota Polsek Wera di pesisir desa Oi Tui, dibenarkan oleh Kapolsek Wera.
Namun, Kapolsek Wera menyampaikan bahwa patroli tersebut bukan terkait dg penangkapan terhadap penyelundupan minyak tanah ilegal, melainkan patroli untuk mencegah aktivitas bom ikan sisekitar pesisir pantai Pasir besi oleh pelaku pelaku yg tdk bertanggung jawab.
"Tadi sudah saya coba konfirmasi dengan anggota sy yg piket maupun dg Kanit Reskeim bahwa memang benar mereka ke Oi tui karena ada mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada informasi akan ada kegiatan pemboman ikan. Kanit saya menyampaikan hanya patroli cegah Bom ikan," jelasnya.
Mengakhiri konfirmasi dan klarifikasi informasi bersama media ini, Kapolsek Wera berharap kepada semua pihak untuk tetap berkoordinasi dan bekerjasama agar segala informasi tidak simpang siur sehingga tdk meresahkan.
"Semua perlu konfirmasi, koordinasi, kerjasama dan investigasi yg mendalam sehingga semuanya bisa disimpulkan dg baik serta menjadikan pembelajaran utk kita semuanya," tutupnya.
Furkan/IN