![]() |
| Foto: Oknum Polantas Polres Bima yang diduga melakukan penganiayaan saat diperikas oleh Propam Polres Bima (Sumber: Akun Facebook @Serly Ina La Rama) |
Indikatorntb.com - Dugaan penganiayaan yang dilakukan Oknum Polantas Polres Bima terhadap Kader HMI bermula ketika korban bertanya surat tugas dan dasar hukum Razia Patuh Rinjani, Selasa (28/09/21).
Asrul Rahman merupakan Kader HMI Cabang Bima Komisariat STIE mahasiswa jurusan Sumber Daya Manusia Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) asal Desa Tenga Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Saat itu Asrul hendak pulang ke rumahnya dari tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, tiba-tiba ditahan oleh Oknum Polantas Polres Bima.
Ketua Umum HMI Cabang Bima, Muaidin menjelaskan, bahwa Oknum Polantas Polres Bima saat itu tidak terima ketika ditanya kelengkapan administrasi Razia dan surat tugas. korban dianggap sok tahu dengan mengatakan "Dungu" sebelum akhirnya dianiaya.
"Berawal dari cekcok biasa, korban tanya surat tugas malah dibilang dungu," paparnya menceritakan keterangan Asrul kepada media ini.
Lebih lanjut, Muaidin mengatakan bahwa pelaku penganiayaan bukan satu orang saja. Ketiga petugas yang ada dalam video tersebut juga melakukan tindakan represif dengan cara memukul, menendang, mencekik dan memegang korban.
"Bukan satu orang, ketiganya sama-sama terlibat, ada yang mencekik, memukul, menendang dan memegang korban," katanya.
Usai melakukan dugaan penganiayaan tersebut, korban kemudian dilepas begitu saja. Kata Muaidin, korban tidak punya kesalahan apa-apa. Tiba-tiba ditahan dan ditanyai kelengkapan kendaraan.
"Nyatanya korban lengkap, ada SIM, STNK, pakai Helm dan lain-lain," terangnya.
Kata Muaidin, pihak Polres Bima sudah berkunjung kerumah keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf. Korban pun memaafkannya, dengan tetap menempuh jalur hukum.
"Korban tetap akan menempuh jalur hukum, supaya ini menjadi pelajar kita bersama agar tidak terulang," tutupnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, Video dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Polantas Polres Bima viral di media sosial. Beredarnya video tersebut, membuat netizen geram dan meminta pelaku segera diproses secara hukum bila perlu dipecat.
Furkan/IN
