Notification

×

Iklan

Iklan

Diamuk Polisi, Tiga Kader PMII Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 25 Juni 2020 | 18.43.00 WIB
Foto: Screenshot Video Saat kader PMII Tergeletak Tak Berdaya Setelah Diduga Diamuk Polisi
Indikatorntb.com - Setelah diduga diamuk oleh oknum Polisi, tiga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit, Kamis (25/06/20).

Peristiwa tersebut berawal ketika ratusan kader PMII Cabang Pamekasan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati setempat.

Massa aksi menuntut agar pemerintah setempat menindak tegas ratusan tambang ilegal yang ada di Pamekasan. Selain itu, massa PMII juga meminta pemerintah segera turun langsung menyelesaikan masalah dan melaksanakan pemurnian tambang.

Karena Bupati Pamekasan tak kunjung menemui massa aksi, ratusan kader PMII mencoba memaksa masuk ke pendopo Ronggosukowati. Akibatnya terjadi ketegangan antara massa aksi dan pihak kepolisian yang mengawal berjalannya aksi.

Kericuhan antara massa aksi dan pihak kepolisian pun tak terhindarkan. Massa aksi terlibat saling dorong dengan pihak kepolisian.

Sekilas dilihat dari video yang beredar, beberapa oknum kepolisian tidak hanya mendorong massa aksi, namun juga menendang dan memukul bahkan mengejar beberapa massa aksi.

Akibat kericuhan tersebut, sedikitnya tiga kader PMII mengalami luka-luka diantaranya, Ficky, kader PMII Komisariat PMII IAIN Madura; Yasin, Kader IAI Al-Khairat; dan Khairul Umum kader kampus UIM. Ketiganya terpaksa dilarikan ke RSUD setempat.

"Ficky bocor di kepalanya, Yasin luka di dada dan Khairul Umam lemas karena diamuk oknum Polisi," Kata Ketua Umum PMII Cabang Pamekasan, Mohammad Lutfi, dilansir dari media koranmadura.com.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, ratusan kader PMII meminta untuk ditemui oleh Bupati Pamekasan, DPRD Pamekasan, DLH Pamekasan dan Kapolres Pamekasan. Namun, tak kunjung ditemui hingga akhirnya terjadi kericuhan.

Tim/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update