Notification

×

Iklan

Iklan

Menuju Generasi Emas Nusa Tenggara Barat

Rabu, 22 Januari 2020 | 10.17.00 WIB
Foto: Penulis
Perkembangan dunia yang kian mengglobal, keadaan dunia saat ini tentunya berbeda dengan keadaan terdahulu, menyebabkan perilaku masyarakat mengalami perubahan sangat besar. Namun, perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif dibanding positifnya terutama pada remaja.

Perubahan tersebut sesungguhnya juga terjadi dengan pola hidup masyarakatnya di kemudian hari. Pola hidup yang mengkhawatirkan ialah pola hidup konsumtif.

Pola pikir masyarakat masih tergolong pola pikir konsumtif, yang dimana angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada September 2017 mencapai 748,12 ribu orang (15,05 persen). Jika dilihat dalam periode Maret 2017 - September 2017, jumlah penduduk miskin berkurang 45,66 ribu orang (1,02 persen).

Faktor utama penyebab kemiskinan karena masih tingginya angka pengangguran. Angka kemiskinan sangat mempengaruhi perkembangan generasi yang diharapkan, dikarenakan faktor kebutuhan gizi tidak tercukupi saat umur kehamilan, sehingga pada masa pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus terganggu yang dapat mengganggu masa depan Nusa Tenggara Barat.
Peningkatan kapasitas dan kwalitas suatu bangsa melalui peningkatan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan Negara yang makmur.

Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasioanl. Dalam kaitan ini, salah satu prioritas utama dalam peningkatan SDM yaitu melalui diklat, kompetensi dan pembinaan.

Melakukan pendekatan dan pembinaan ke masyarakat mulai dari umur kehamilan (bayi didalam kandungan) sampai usia manula yang ada di Nusa Tenggara Barat dilakukan pembinaan sejak dini yakni dimulai sejak umur kehamilan sangatlah baik sejak masa kehamilan, dimana masa dimulainya Gold Periode.

Pada Balita, di Gold Periode sangatlah penting dimana di fase tersebut akan mengingat dan tersimpan rapi sampai tua nanti masa yang sangat penting yang butuh perhatian Pemerintah jangan sampai generasi NTB akan terhambat di fase Gold periode tersebut yang biasanya banyak terjadi di masyarakat kita mental block yang dipengaruhi problema orang tua baik itu dari ibunya atau dari bapaknya, sehingga keberhasilan generasi emas bagi masyarakat NTB akan terpengaruhi, di masa remaja akan kelihatan dampaknya terhadap perilaku orang tuanya.

Perlu diketahui, pembentukan IQ 20% dari gen orang tua dan 80% dari makanan. Dimana, IQ itu terbentuk didalam masa kehamilan atau umur kehamilan, kalau sudah melahirkan bukan pembentukan IQ, akan tetapi IQ yang sudah ada menjadi tumbuh kembang IQ. Maka diperluka pembinaan sejak dini, sehingga dalam masa transisi dari masa balita ke remaja memiliki IQ yang sangat baik dan berkualitas dan berpola pikir produktif serta meningkatkan pemahaman masyarakat akan 8 (Delapan) fungsi keluarga dalam menciptaka keluarga sejahtera.

Dalam rangka menyiapkan bangkitnya generasi emas Indonesia diperlukan pembinaan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, mandiri, menigkatkan kesejahteraan lahir dan batinnya dengan penuh kemandirian dan semangat yang tangguh dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif baik secara kelompok maupun mandiri serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa.


Penulis: HAJI MAHZUR, S.IP.,S.KEP.,NS KABIG, Pengendalian Pendudukan, Penggerakan, penyuluhan (P4)
DPPKB Kota Mataram
×
Berita Terbaru Update