Notification

×

Iklan

Iklan

Pentingnya Peran HMI dalam Mengawal Proses Industrialisasi di NTB

Kamis, 05 Desember 2019 | 15.11.00 WIB
Foto: Astar Hadi (Kemeja putih paling tengah) bersama dengan peserta LK II HMI Cabang Lombok Tengah.
Indikatorntb.com - Latihan Kader II HMI Cabang Lombok Tengah tingkat nasional bertajuk "Peran HMI Dalam Mengawal Industrialisasi Pariwisata" bertempat di Kantor DPRD Lombok Tengah membahas berbagai materi, salah satunya materi rekayasa sosial yang disampaikan oleh Astar Hadi salah satu alumni HMI Cabang Malang, Kamis (05/12/19).

"Didapuk membahas wacana Rekayasa Sosial (Social Engineering) dalam bingkai peran intelektual HMI mengawal berjalannya visi Industrialisasi, saya mengawali dengan pendekatan teoritik William Dahl mengenai Changed of Law," Katanya kepada media ini.

Menurut salah satu staf khusus Gubernur NTB ini, kebijakan pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong hadirnya industrialisasi merupakan bentuk nyata dari rekayasa sosial. Yaitu Provinsi NTB sudah pada saatnya mengolah setiap produk lokal sebagai usaha daerah.

"Provinsi NTB mendorong hadirnya industrialisasi pada aras lokal adalah bentuk rekayasa sosial dalam membangun mindset baru bahwa daerah kita sudah saatnya beranjak pada level mengolah setiap produk yang dihasilkan daerah menjadi varian usaha yang tak tunggal," Jelas Astar Hadi.

"Artinya, masyarakat kita didorong untuk berlaku kreatif dan produktif dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi berbagai produk olahan yang menghasilkan nilai lebih (surplus value)," Lanjutnya.

Selain itu, Astar Hadi juga menjelaskan, bahwa Provinsi NTB akan menyambut Era Pariwisata seperti, KEK Mandalika dan MotoGP yang akan mendorong masyarakat untuk bergeser kepada industri kreatif, jasa dan kuliner.

"Apalagi menyambut Era Pariwisata dengan hadirnya KEK Mandalika dan MOTOGP akan memberi multiplier effect pada hadirnya usaha-usaha yang membutuhkan kreasi lebih untuk menopang dan menunjang aktivitas sosial dan ekonomi yang nantinya banyak bergeser ke industri kreatif, jasa dan kuliner," Ungkapnya.

Lebih lanjut, Astar Hadi mengungkapkan bahwa, Pemprov NTB sudah melakukan upaya melibatkan masyarakat serta memberikan ruang kepada UMKM, BUMDes dan Koperasi untuk menciptakan usaha, dalam arti menjadi pelaku usaha utama di daerah sendiri.

"Pada titik ini, Pemprov NTB mendorong peran berbagai pihak melalui penguatan peran UMKM, BUMDES dan Koperasi untuk menciptakan usaha-usaha lokal yang bervariasi. Dan, secara khusus, Bang Zul sangat menekankan prioritas wirausahawan lokal untuk menjadi pemain utama di Daerah sendiri," Tuturnya.

Dari semua urainnya diatas, Astar Hadi menegaskan bahwa, perubahan sosial tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah baik di bidang ekonomi politin maupun di bidang politik hukum.

"Bahwa perubahan sosial tak lepas dari persoalan (kebijakan) ekonomi politik dan politik hukum yang dituangkan sebagai "menu" kerja sebuah negara/daerah," Ujarnya.

Menutup percakapan dengan media ini, Astar Hadi berharap agar HMI tetap ambil peran di dalam proses industrialisasi. Tampil sebagai agen pembaharuan dengan tetap mengedepankan idealisme dan sikap kritis.

"Sebagai agen perubahan dalam prores rekayasa sosial, sudah saatnya para intelektual, khususnya HMI, mengambil andil dan berperan serta dalam proses industrialisasi dengan tetap menjaga kritisisme dan idealisme yang sudah menjadi elan vital himpunan ini," Tutupnya.

Tim Indikator
×
Berita Terbaru Update