Notification

×

Iklan

Iklan

Refleksi Pendidikan

Senin, 25 November 2019 | 18.48.00 WIB
Foto: Penulis
Pada dasarnya pendidikan memang laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapanpun, dikatakan demikian, karna pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi. Manusia selalu berusaha menciptakan hal-hal yang lebih baik dari yang sudah ada. Selain itu, pandangan mengenai hakikal manusia dan hakikat pendidikan itu sendiri terus berkembang, sehinggga konsep dan praksis pendidikan pun turut berubah.

Di antara sekian banyak permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar. Berbagai usaha di lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai training dan peningkatan kompentensi guru, pandangan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidkan, serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukan peningkatan mutu yang berarti dan merata. Sebagai besar sekolah, terutama di daerah-daerah masih menunjukan kondisi yang memprihatinkan.

Di samping itu, upaya dan kebijakanpun secara intensif di lakukan pemerintah dalam upaya perbaikan, baik menyangkut sistem, pola penyelenggaraan,fasilitas, peningkatan kualitas guru, dan komponen-komponen pendidikan lainnya, dengan tujuan melahirkan pendidikan yang berkualitas, mampu menyanggupi berbagai pekembagan zaman sebagai dampak dari majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kenyataan tersebut sejalan dengan visi pendidikan nasional yaitu ”terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawah untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia Indonesia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.”

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, ditetapkanlah beberapa strategi pencapaianya melalui misi yang dikembangkan, di antaranya;

1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memeroleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kulitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang yang bermoral;
4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pemudayaan ilmu dan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkanstandar nasional dan global
5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republik Indonesia.

Sementara itu, kehadiran UUD no 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional telah memberikan nuansa baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. UUD ini telah memberikan dasar hukum atau membagun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Begitu juga dengan UUD no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Akan menjadi landasan yang kuat bagi peningkatan profesionalisme dan jaminan akan kesejahteraan para pendidik, sehingga pada ahirnya akan meningkatkan kualitas penyenggaraan pendidikan.

Pelaksanaan semua ketentuan dalam UUD tersebut di harapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan, yang pada gilirannya akan dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap persoalan-persoalan makro bangsa ini, dimana titik tumpuhnya terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam upaya itulah, di perlukan sebuat kebijakan yang betul-betul berpihak, serius, penuh kearifan, dan tidak main-main di dalam pendidikan yang dalam hal ini dapat memberikan otonomi atau keleluasaan dalam penyelenggaraannya, memberikan keberpihakan pada struktur, anggaran, dukungan moral, dan sebagainya.

Kebijakan yang pas dan benar mengenai pendidikan ini sangat di perlukan karena pendidikan menyangkut banyak hal, yang meliputi aspek makro maupun mikro, visi, menejemen, proses pendidikan, sampai kepada apa dan bagaimana pembelajaran dapat terjadi.

Pendidikan harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, mantap secara moral, kompetensi menguasai iptek, serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai peran sosial. Pada level makro, di butuhkan sistem pendidikan nasional demokratis, desentralisasi dan beriotasi pada kemajemukan, semua itu tercermin di antaranya dan pemerataan serta aksebilitas kesempatan pendidikan.

Desentralisasi kewenangan pendidikan yang harus disertai dengan kebijakan-kebijakan yang mengatur manajemen mutu. Keadaan pendidikan saat ini yang semakin tidak pasti sunggu memprihatinkan. Perubahan sistem atau kurikulum pendidikan sejauh ini belum memperlihatkan dampak yang signifikan. Berangkat dari masalah yang ada, pemerintah harus bekerja keras dan tulus untuk masadepan pendidikan.

Penulis: Khairil AN
×
Berita Terbaru Update