Notification

×

Iklan

Iklan

Pengembangan Wisata Pantai Lawata, Pemkot Bima Harus Belajar Dari Kegagalan

Minggu, 13 Oktober 2019 | 12.04.00 WIB
Foto: Penulis
Sabtu 12 oktober 2019 adalah hari yang bersejarah bagi pemerintah dan masyarakat kota Bima pasalnya lebih dari 20 ribu masyarakat berbondong-berbondong melakukan pawai dengan memakai busana Rimpu sehingga memecahkan rekor muri sebagai pawai Rimpu terbanyak saat ini.

Rimpu merupakan sebuah budaya dalam dimensi busana pada masyarakat Bima. Budaya "Rimpu" telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima menerima islam yang dibawa oleh orang-orang Sumatra melalui hubungan antara kerajaan Bima dengan Goa. Rimpu merupakan cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa Islam (Kesultanan atau Kerajaan Islam).

Dalam pawai tersebut masyarakat kota Bima menempuh jalan dari lapangan Serasuba sampai Lawata beach. Pawai Rimpu ini selain memeriahkan HUT TNI ke 74 tahun 2019 juga sekaligus melaunching Lawata Nigth.

Ini adalah salah satu strategi marketing yang dilakukan pemerintah kota Bima dalam launching kemarin pemerintah Kota Bima memaparkan tampilan baru dari pantai lawata tersebut mulai dari pembangunan gapura yang sedang dikerjakan, pembangunan parkir elektronik, kolam renang dewasa dan anak-anak, wahana permainan anak, spot selfie, food court, Revitalisasi goa peninggalan Jepang, pembangunan jalan kawasan hingga wahana olahraga air serupa jet ski, banana boat hingga flying fish dan juga beroperasi di malam hari sekitar pukul 18.00-22.00 WITA sejak Agustus 2019, tutur Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti S.Sos, MM dalam laporannya.

Sebenarnya kami masyarakat kota Bima menilai bahwa operasinya pantai Lawata di malam hari bukanlah sejak Agustus 2019 melainkan jauh sebelum itupun sudah terbuka operasi di malam hari yaitu terbuka untuk di jadikan tempat kemaksiatan dan juga ini bukanlah kali pertama dalam pembangunan tampilan pantai Lawata beserta eventnya jelas ini memakan anggaran banyak.

Jika pembangunan tampilan ini bertujuan untuk menarik wisatawan baik wisatawan yang sudah berkunjung maupun yang belum pernah berkunjung maka pemerintah kota Bima harus belajar dari kegagalan sebelumnya dalam mengembangkan potensi Lawata seperti merawat, memelihara dan menjanjikan keaman serta kenyamanan sehingga tertanam rasa kepuasan dan kepercayaan oleh wisatawan.

Ini sangat membutuhkan pengelola wisata yang sangat berpotensi untuk mengembangkan pantai Lawata dan pemerintah kota Bima harus merekrut orang di luar dari pemerintah yang ahli dalam bidang wisata untuk membantu pemerintah sehingga pantai Lawata memliki Manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan mampu mengembangkan wisata tersebut.

Dengan begitu akan terarah dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengurangi angka pengangguran dan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mampu mengelola wisata dengan baik.

Penulis: Syahbuddin Miskan S.E
×
Berita Terbaru Update