Notification

×

Iklan

Iklan

Usai Perbaiki Nilai di Kampus, Mahasiswa ini Tewas Kecelakaan

Kamis, 01 Agustus 2019 | 17.36.00 WIB
Foto: Jenazah korban saat keluarga hadir di Rumah sakit.
Indikatorntb.com - Diduga terlibat kecelakaan di jalan lintas Kore-Kilo, seorang mahasiswa tewas. Kepala bagian kiri bocor dan retak, lengan bagian kanan patah, serta mengalami pendarahan dalam. Korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, Kamis (01/08/19).

Belum diketahui secara pasti, apakah korban mengalami kecelakaan tunggal atau terlibat tabrakan dengan pengendara lain. Korban diantar oleh seseorang menggunakan mobil pick up ke Rumah Sakit Pratama pada pukul 14:30 WITA.

Korban adalah Suprianto, seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Muhammadiyah Bima, asal Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Sebelum melakukan perjalan pulang dari Kota Bima menuju kampung halaman menggunakan motor, Suprianto paginya melakukan perbaikan nilai di kampusnya.

Salah seorang temannya mengaku tidak menyangka, bahwa hari ini adalah terakhir kalinya melihat Suprianto. Sosok yang dikenal ramah dan kalem kepada teman-temannya.

"Nggak nyangka aja. Saya kira teman-teman di group WA bercanda," ucap Reka, salah seorang kawan almarhum yang bertemu dengan wartawan Indikator Bima News di Rumah Sakit Pratama.

Menurut pengakuan pihak keluarga, sejak kuliah, Suprianto jarang pulang ke rumah mungkin karena jarak antara kampus dan rumahnya cukup jauh. Baru kali ini ia pulang kampung, dan tidak disangka ternyata Suprianto pulang untuk selama-lamanya kepada sang Illahi.

Foto: Jenazah korban saat akan dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulance.
Pantau media ini di Rumah Sakit Pratama, keluarga korban telah tiba di rumah sakit. Rencananya, jenazah korban akan dibawa pulang oleh pihak keluarga. Akan dimakamkam besok pagi, di Kelurahan Tolotongga, Kota Bima, dekat dengan rumah kakak yang ditempatinya selama berkuliah.

Selain pihak keluarga, pihak kepolisian juga terlihat hadir di rumah sakit. Pihak kepolisian merasa curiga dengan seseorang yang mengantar korban ke rumah sakit menggunakan pick up, bahkan pihak kepolisian meminta pihak rumah sakit menunjukkan rekaman cctv untuk mencari tahu plat nomor pick up tersebut.

Pasalnya, tidak ada satu orang pun yang tahu kenapa dan bagaimana korban bisa terlibat dalam kecelakaan yang belum diketahui penyebabnya itu. Selain seseorang yang mengantar korban ke rumah sakit.

Nuni/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update