Notification

×

Iklan

Iklan

Hilangnya Perisai Umat Dibawah Sistem Kapitalisme

Selasa, 19 Maret 2019 | 11.51.00 WIB
Penulis : Megy ( Mahasiswa jurusan PBA Universitas Muhammadyah Mataram)

Melihat problematika yang menimpa umat diseluruh negeri muslim saat ini yang kian tiada habisnya, yang dimana hal ini tidak terlepas dari peristiwa dahsyat yang menimpa umat 95 tahun yang lalu tepatnya 3 Maret 1924.

Ini bukanlah sebuah peristiwa tsunami atau gempa yang menghancurkan dan menyisakan korban jiwa, namun peristiwa ini adalah peristiwa dimana umat sejak saat itu kehilangan perisainya yaitu runtuhnya kejayaan Islam, peristiwa ini tidaklah terjadi secara spontan, namun secara bertahap yang dimulai dari dimasuknya paham nasionalisme oleh orang-orang barat misalnya Eropa, Inggris, Perancis dan juga antek-anteknya, kemudian ditambah lagi dengan kebencian Mustafa Kemal Ataturk terhadap bangsa Arab karena memang darah yang mengalir ditubuhnya adalah darah Yahudi, yang berpura-pura memeluk agama Islam yang juga ditambah dengan pendidikan sekuler yang ia dapatkan pada saat mengenyam pendidikan.

Dari peristiwa tersebut banyak sekali kemudian penderitaan yang dialami oleh umat saat ini mulai dari penindasan yang pernah terjadi terhadap kaum muslim Uighur di Xianjiang, China, kemudian perpecahan diantara umat saat ini dan masih banyak lagi kejadian lainnya.

Umat kini ibaratkan anak ayam yang kehilangan induknya tiada tempat berlindung dan bernaung, ini sangatlah berbeda dengan keadaan umat saat masih memiliki perisai yaitu Daulah Islam, dimana mereka mendapatkan kesejahteraan yang luar biasa.

Kini sudah saatnya umat memiliki kembali perisai yang menjamin kesejahteraan, tak ada yang tidak merindukan fajar kemenangan itu, saatnya tersadar dan terus berjuang agar perisai tersebut kembali berada ditangan umat.

Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallhu 'Alaihi Wasallam, bahwa: “Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah ibarat perisai; orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung dengannya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, An Nasa`i, dan Ahmad).

Walau banyak yang menentang namun sejatinya mereka rindu akan fajar kemenangan itu, dan tak ada yang bisa menghalangi fajar kemenangan itu karena itu adalah janji Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan umat tiada apa-apanya tanpa perisai umat (Khilafah Islamiyah), mari terus berjuang tanpa mengenal lelah "AllahuAkbar"
×
Berita Terbaru Update