Notification

×

Iklan

Iklan

HMI Butuh Pemimpin yang Berjiwa Besar, Bukan Pecundang

Jumat, 01 Februari 2019 | 23.31.00 WIB
Foto : Syahrul Ramadhan Al Faruq kader HmI Cabang Ciputat
Penulis : Syahrul Ramadhan Al Faruq

Sebenarnya saya secara pribadi enggan untuk membuat tulisan mengenai Sadam Al Jihad, tapi karena menyangkut kelanjutan Himpunan mahasiswa Islam (HMI), akhirnya saya mau membuat tulisan ini.

Sudah lama saya mengetahui dan melihat foto-foto yang disebarkan oleh teman-teman di WhatsApp, dan di foto itu ada wajah Sadam Al Jihad dan perempuan yang saya tidak tahu namanya. Terlepas itu editan atau benaran, saya menyakini itu adalah saudara Sadam Al Jihad selaku Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI).

Dari pertama HMI dideklarasikan pada tanggal 5 Februari 1947, ada dua aspek yang menjadi tujuan utama, yaitu menyoal ke-Indonesiaan dan ke-Islaman. Dua hal itulah yang kita sama-sama jaga dan perjuangkan, sesuai yang tertera dalam pasal 9 Anggaran Dasar, poin F dan pasal 4 Anggaran Dasar.

Himpunan mahasiswa Islam terlalu suci tujuannya jika dikotori oleh orang-orang seperti kau. Himpunan mahasiswa Islam teralu tinggi nilainya jika dirusak oleh orang-orang seperti kau.

Seharusnya kau selaku Ketua Umum PB HMI memberikan klarifikasi mengenai foto-foto yang tersebar itu, seharusnya kau tidak mengakuinnya jika tidak melakukanya. Tapi sampai saat ini kau lebih memilih diam dari pada membersihkan nama HMI.

Dari sikap diam itulah kami membenarkan apa yang ada dalam foto itu dan saya secara pribadi tidak mempersoalkan kau tidur dengan perempuan manapun. Yang ingin saya sampaikan disini adalah, tidak etis dan tidak layak HMI ini dipimpin oleh orang seperti kau. Dihadapan kader HMI se-Indonesia kau menunjukan dirimu baik seperti seorang yang tidak memiliki dosa, tapi dibalik itu kau adalah seorang pecundang.

Waktu itu Majelis Pengawas Konsultasi Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (MPK PB HMI) sudah mengeluarkan keputusan, dan itu harus ditindak lanjut oleh Ketua Bidang PAO PB HMI untuk dibahas bersama dalam rapat harian dan rapat presidum, tapi yang ada hanya menghasilkan dualisme kepengurusan.

Sekitar tahun 1985 HMI pecah dikarenakan ketidak sepakatan yang lain mengenai Azas tunggal organisasi, tapi sekarang pecah karena kasus yang sangat menjijikan dan sangat memalukan bagi kami kader HMI se-Indonesia.

Seharusnya kau selaku Ketua Umum PB HMI memberikan contoh kepada kami sebagai genarasi muda untuk selalu mengikuti konstitusi (AD dan ART) HMI, bukan menunjukan bagaimana kau memperlihatkan menjaga kekuasaan dari pada kader HMI.

Dikhawatirkan nanti akan ada kasus yang sama, dan melakukan hal yang sama, pada akhirnya organisasi HMI bergeser nilainya menjadi organisasi kepuasaan hawa nafsu, disingkat KHN.

Sekali lagi, HMI tidak layak dipimpin oleh orang seperti kau!

Pada tanggal 5 Februari nanti, kami merayakan Dies Natalis HMI bersama Ketua Umum PB HMI yang menjijikan dan memalukan.

Jakarta, 1 Februari 2019

×
Berita Terbaru Update