Notification

×

Iklan

Iklan

Masyarakat Parado Darurat Air Bersih

Jumat, 26 Oktober 2018 | 08.58.00 WIB
Editor : M. Saleh
 HM. Taufik Rusdi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima. (Foto : Mimbar NTB)
Indikatontb.com - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten Bima mulai menggerogoti pada daerah-daerah yang selama ini sebagai sumber air.

HM Taufik Rusdi, menjelaskan bahwa saat ini hampir setiap kecamatan meminta bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima yang tidak terkecuali Kecamatan Parado.

"Selama ini tidak pernah ada sejarah bahwa kecamatan Parado ada kekeringan semacam ini sampai masyarakat parado sendiri yang hadir di kantor untuk minta air," ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bima HM Taufik Rusdi, Kamis, 25/10/2018.

"Kami sudah mengirimkan bantuan di Kecamatan Parado khususnya di desa Parado Rato yakni 10.000.000 liter atau 2 tangki air dan hari ini juga kami akan kembali mengirimkan air ke Parado," kata HM Taufik Rusdi, seperti di langsir dari kupasbima.com.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Parado yang dulu dikatakan sebagai penyuplai air namun akhir-akhir ini Parado yang dibanggakan sebagai sumber air tetapi sudah terbalik secara spontanitas, bahkan harus rela hadir di kantor hanya untuk meminta bantuan air.

Kebutuhan air bersih di puncak kemarau di kabupaten Bima kian meningkat. Meski demikian, luas daerah kekeringan dipastikan mungkin akan bertambah.

"Volume permintaan air memang meningkat. Sementara saat ini kita tidak lagi data kebutuhan warga, tapi Desa yang minta bantuan langsung diupayakan oleh kami", ujar Kepala BPBD Kabupaten Bima HM. Taufik Rusdi.

Dana distribusi air bersih diakuinya sudah habis, namun demi membantu masyarakat BPBD berupayakan menalangi dengan anggaran lain, bahkan kalau dihitung setiap kali armada menyuplai air menghabiskan anggaran sampai Rp 300. HM Taufik Rusdi, meminta warga yang terdampak kekeringan tidak risau.

Rusdi mengaku untuk keperluan distribusi air bersih pihaknya tetap akan siap siaga, tiap desa yang melanda kekeringan akan dijatahkan antara lima sampai sepuluh tangki per bulan. Pengiriman air tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan warga.

Bahkan ia memastikan akan terus melakukan pendataan kebutuhan konsumsi warga, bahkan dia menyebut jumlah desa dilanda kekeringan meningkat jika dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu.

Sementara itu, Rusdi berharap, warga tidak menggunakan bantuan air bersih untuk keperluan pertanian. Air tersebut hanya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
×
Berita Terbaru Update