Notification

×

Iklan

Iklan

Dinilai Tak Cintai Budaya Lokal, Pemkab Bima akan Diadili

Selasa, 16 Oktober 2018 | 21.20.00 WIB
Reporter : Taufiq
Editor     : Subhan Al-Karim
Susana rapat internal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima
Indikatorntb.com - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bima dinilai tak mencintai budaya lokal daerah Bima, dan akan diadili lewat jalur hukum.

Pemkab Bima melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Dikbudpora) dinilai melakukan kesalahan dalam proses pengadaan buku mulok. Sebab buku mulok ini didominasi oleh budaya luar daerah Bima.

Menurut Rafsanjani, sekertaris bidang hikmah IMM Cabang Bima, muatan lokal seharusnya memuat tentang kondisi dan budaya Bima dengan komperensif.

“Malah muatan lokal dari daerah lain yang menghiasi pengadaan buku mulok Bima ini,” ungkap Rafsanjani mahasiswa asal Lambu ini kepada Wartawan Indikator Bima, Selasa (16/11).

Rafsanjani menjelaskan, pengadaan buku mulok secara teoritis harus memuat tentang keragaman potensi daerah, karakteristik, keunggulan, dan kebutuhan daerah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Hal itu perlu diperhatikan karena menurut Rafsanjani, agar siswa atau peserta didik dapat lebih mencintai dan menghormati nilai-nilai yang terkandung di daerah Bima.
Lebih lanjut, mahasiswa ilmu hukum STIH Muhammadiyah Bima ini menegaskan, IMM Cabang Bima akan mengawal kasus tersebut melalui jalur hukum. Hasil kajian IMM Bima, ada hal yang tidak sesuai dalam proses pengadaan buku ini.

"Kami siap mengawal kasus ini baik secara masif maupun melalui jalur litigasi. Kami akan melaporkan kasus ini sampai pada tahapan peradilan," tegas Rafsanjani di Bima.

Dalam proses tender pengadaan buku mulok yang diketahui menelan anggaran 1,8 M ini, Rafsanjani menduga Bupati Bima juga terlibat di dalamnya (IB).
×
Berita Terbaru Update