Notification

×

Iklan

Iklan

Dampak Global Kerusakan Hutan di Indonesia

Senin, 21 Mei 2018 | 06.31.00 WIB
Contoh Kerusakan Hutan (foto : aktual.com)
Indikatorntb.com - Hutan merupakan suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas.

Hutan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, dan hutan meruapak pusat kehidupan semua mahluk hidup di dunia ini. Begitu pentingnya melestraikan hutan, Pemerintah Indonesia menuangkan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013. Akan tetapi ironinya kerusakan hutan di Indonesia kian banyak terjadi hampis diseluruh pelosok Negeri.

Kerusakan hutan merupakan ancaman bagi negara Indonesia, kerusakan hutan kini bukan hanya masalah di Indonesia namun merupakan Dunia.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya. Dan Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengalami kerusakan hutan yang cukup parah, Berdasarkan data Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, diperikirakan 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan Indonesia menghilang tiap tahunnya. Dan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang dan dialih fungsikan.

Tanpa kita sadari banyak ancaman dari menghilangnya 2% hutan di Indonesia, alih fungsi hutan yang di jadikan perkebunan, pembukaan lahan baru, pembangunan pemukiman warga, pembangunan industri dan pabrik-pabrik, penebangan hutan yang secara liar menyababkan terganggunya keseimbangan ekosistem di Indonesia dan perubuahan iklim yang makin hari kian memprihatinkan.

Dampak dari penebangan hutan yang terjadi di Indonesia menyebabkan kerusakan tanah yang menagkibatkan hilangnya kesuburan tanah dan mengakibatkan tanah kering dan tandus, Kekeringan yang kini kian melanda sebagian wilayah Indonesia, merupakan dampak dari rusaknya sebagian besar hutan di Indonesia, pohon-pohon yang memiliki fungsi untuk menjaga siklus ketersediaan air kini habis di tebang dan dialih fungsikan, sehingga beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan yang tidak berujung.

Selain dari masalah kekeringan dan kekurangan kebutuhan air, rusaknya hutan ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir karena hutan yang berfungsi sebagai peneyerap air kini tak mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak saat terjadi hujan.

Kerusakan hutan ini berdampak rusaknya Lapisan Ozon (O3) yang menyelimuti bumi berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Di tengah-tengah kerusakan hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan rusaknya lapisan ozon.

Kerusakan itu akan menimbulkan lubang-lubang pada lapisan ozon yang makin lama dapat semakin bertambah besar. Melalui lubang-lubang itu sinar ultraviolet akan menembus sampai ke bumi, sehingga dapat menyebabkan kangker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman di bumi, dan dampaknya bukan hanya menganggu keseimbanagn ekosistem di Indonesia namun berepengaruh pula terhadap perubahan iklim dunia yang menyebabkan terjadinya pemasan global. Sudah jelas sekali saat ini sangat terasa akan dampak tersebut.

Maka perlunya ada perhatian penuh dari Pemerintah dan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan dengan melakukan reboisasi kembali.

Dengan adanya usaha ini berati resiko kerusakan hutan , erosi, banjir, pemasan global dapat di tertanggulangi, dan Kita sebagai anggota masyarakat, harus berpartisipasi aktif pada tingkat apapun juga baik dalam proses pengambilan keputusan yang dibutuhkan guna mencari solusi dalam menjaga dan merehabilitasi kembali hutan sebagai sumber kehidupan manusia.

Penulis : Dedy Arisjulyanto S.Kep
×
Berita Terbaru Update