![]() |
| Foto : Kegiatan penanaman Mangrove di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. |
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Dompu, Ir. Wahidin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa penanaman dan pelestarian magrove merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap fungsi ekosistem mangrove.
“Kondisi hutan mangrove yang ada di seputaran Kab. Dompu sebagian besar sangat memprihatinkan. Kondisi ini secara tidak langsung merupakan Imbas dari kurangnya kesadaran masyarakat mengenai fungsi ekosistem mangrove. Untuk itu perlu dilakukan upaya pelestarian mangrove di Desa Soro, Kec. Kempo, Kab. Dompu melalui kegiatan penanaman mangrove sebanyak ± 1000 pohon”, tutur Wahidin.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SKIPM Bima, Ridwan, S.St.Pi, dirinya berharap kegiatan penanaman magrove bisa membuka wawasan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat mangrove dan menumbuhkan kegiatan-kegiatan positif lainnya.
“Diharapkan dengan kegiatan penanaman mangrove ini akan membuka wawasan dan kesadaran pada masyarakat setempat mengenai manfaat keberadaan mangrove dan bukan merupakan sebatas kegiatan formalitas semata," ujarnya.
"Semoga melalui kegiatan ini merupakan pemacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya ke depan walaupun dalam format dan lokasi yang berbeda”, tutupnya.
Baca juga : SKIPM Bima Peduli, Bakti Sosial Bersama Masyarakat di Pantai Kalaki
Seperti yang diketahui, Manfaat mangrove selain sebagai pelindung dari tsunami dan mencegah abrasi juga dapat mejaga kelangsungan fungsi ekosistem untuk sosial ekonomi masyarakat.
Keberadaan mangrove sangat diharapkan khususnya di daerah peraiaran pantai dengan masyarakat yang secara langsung memanfaatkan fungsi dari adanya mangrove.
Reporter : Furkan AS
