Notification

×

Iklan

Iklan

Perlunya Rekonstruksi Pendidikan Politik

Selasa, 19 November 2019 | 05.16.00 WIB
Foto: Penulis
Perkembangan politik di dunia dari masa ke masa mempengaruhi berbagai aspek baik pada persoalan pendidikan, ekonomi, budaya, dan seluruh unsur kehidupan manusia. Hal ini menjadi dasar bahwa dalam setiap perjalanan kehidupan manusia di dunia ini tidak akan terlepas dari persoalan politik.

Politik menurut Aristoteles di artikan sebagai negara kota (polis) yang  di mana manusia pada dasarnya merupakan binatang politik sehingga, pada hakikatnya  pada seluruh kehidupan sosial manusia merupakan aspek politik. Hal ini melahirkan  proses politik serta adanya interaksi antara satu dengan yang lain agar mencapai tujuan politik.

Pendidikan politik tidak akan bisa terpisahkan dari pengaruh sistem politik yang dianut oleh suatu negara sehingga mengakibatkan adanya  perubahan politik dari masa ke masa. Sistem politik bagi setiap negara merupakan urat nadi yang menjadi saluran darah bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan negara.

Fungsi sistem politik yang sehat dan sejahtera dapat menjadi tumpuan harapan  besar dari bangsa dan negara seperti halnya aliran darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Sistem politik berhasil apabila dapat memberikan kemajuan serta memberikan nilai lebih untuk membangun infrastruktur dan suprastruktur politik yang menjadi syarat dalam mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang termaktub di dalam alinea ke IV Undang- Undang Dasar 1954.

Berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di negara indonesia mulai dari adanya budaya money politik yang sudah menjadi kebiasaan masyarkat dalam berpolitik sehingga merusak esensi dalam berpolitik.

Kita harus sedikit meluruskan pandangan bahwa politik adalah cara untuk mencapai tujuan yang di mana sebenarnya politik itu tidak salah melainkan oknum atau para aktor politk yang merusak politik itu sendiri.

Partai politik yang seharusnya menjalankan tujuan pendidikan politik di masyarakat sudah di cederai dengan munculnya kepentingan kepentingan kelompk serta golongan sehingga memanfaatkan partai politik sebagai salah satu batu loncatan dalam mencapai tujuan. Rekruitmen politik  Partai sekrang ini kebanyakan sudah tidak mengedepankan kwalitas, serta pemahaman kadernya tentang pendidikan politik sehingga menjadikan politik di indonesia semakin hari semakin kian merosot.

Budaya Politik merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciri-ciri yang lebih khas. Terjadinya kemerosatan dalam aspek budaya politik yang meliputi berbagai persoalan seperti, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan, kegiatan partai politik, perilaku aparat negara serta adanya gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah menjadi persoalan yang sangat krusial akhir-akhir ini.

Menurut Gabriel A. Almond menyatakan budaya politik merupakan dimensi psikologi dari sistem politik yang bersumber dari prilaku manusia.

Kemajuan paradigma politik politik di negara Indonesia seharusnya harus dimulai sejak era reformasi, Akan tetapi realitas yang terjadi bahwa reformasi dalam menjalankan agendanya hanya untuk kepentigan segelintir orang.

Kaum-kaum yang berada pada exclusive claves mengorbankan neoristokrasi demi melindungi kepentingan individu, kelompok, maupun golongan.  Kondisi yang asimstris menyebabkan reformasi yang terjadi hanya mencakup pada perubahan tingkat institusional belaka, akibatnya cita-cita reformasi untuk mewujudkan kondisi sosial yang lebih baik tidak lagi menjadi prioritas.

Reformasi juga dimulai dengan membludaknya lembaga-lembaga baru yang berjumlah sekitar lima puluh. Efektifitas lembaga akhirnya dipertanyakan. Akhirnya reformasi yang terjadi di Indonesia hanyalah reformasi procedural, bukan substansi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemilu multipartai yang ternyata tidak otomatis menghasilkan pemimpin yang bisa melakukan transformasi sosial dan menghidmatkan diri demi kepentingan rakyat.

Partisipasi rakyat dalam proses reformasi dan demokrasi disalahgunakan sebagai bahan legitimasi status quo belaka. Hilangnya sprit reformasi semua diakibatkan tidak adanya kemauan untuk memunculkan solusi bersama atas segala masalah bangsa. 

Sistem politik pada saat orde lama dan orde baru belum mampu memberikan solusi serta kesejahteran masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang di harapkan oleh seluruh elemen masyarakat indonesia. Sistem politik yang saat ini berjalan, pasca pemilu yang dilakukan setiap lima tahunan selalu menghasilkan pemerintahan yang tidak efektif kapabilitas sistem politik di negera indonesia saat ini sesungguhnya belum mampu menghasilkan suatu rezim efektif dalam mengatasi masalah dan mewujudkan tujuan negara.

Sistem demokrasi di negara indonesia yang seharusnya di junjung tinggi oleh setiap warga negara akhirnya menjadikan demokrasi digunakan oleh beberapa kelompok sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan. Hal ini dipengaruhi oleh sistem politik yang dianut oleh negara indonesia yang seharusnya menjadikan pancasila dan UUD sebagai rujukan dasar.

Perubahan sistem politik di indonesia harus dimulai dari pemahaman generasi muda terkait implementasi politik serta perlunya rekonstruksi pendidikan politik dalam penerapannya khususnya di lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Sistem politik harus benar-benar dijalankan serta difungsikan sebagai akumulasi dari sub-sub sistem politik yang saling interdependensi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Perlunya sosialisasi politik dengan tujuan menumbuhkembangkan serta menguatkan sikap politik di kalangan masyarakat (penduduk) secara umum (menyeluruh) sehingga dapat melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik. Negara sebagai salah satu alat dalam menjalankan pendidikan politik bagi warga negaranya.

Munculnya kelompok kepentingan (Intreset Group) yang berusaha mempengaruhi kebijakan dalam suatu negara menjadikan negara indonesia mengalami stagnananisasi dalam upaya mewujudkan proses pendidikan politik, hal ini harus diatasi dengan adanya peraturan hukum.

Sosialisasi politik, komunikasi politik serta rekruitmen politik menjadi dasar dalam mewujudkan pendndikan politik yang bersahaja. Kelak dari proses tersebut dapat melahirkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap pendidikan politik sehingga dapat mencipatakan generasi-generasi emas demi mewujudkan kemajuan bangsa dan negara indonesia.

Penulis : Taufiqurrahman
×
Berita Terbaru Update