Notification

×

Iklan

Iklan

Pemuda Wera Minta Ketiga Aktivis Yang Ditahan Polisi Segera Dibebaskan

Senin, 18 November 2019 | 07.17.00 WIB
Foto: Caca Handika (Berdidi tepat di depan barisan polisi menggunakan atribut HMI).
Indikatorntb.com - Tindakan hukum yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bima melalui Kepala Bagian Humas dengan melaporkan ketiga aktivis asal Kecamatan Wera kepada pihak polisian dinilai tidak pro rakyat dan anti dengan kritikan, Senin (18/11/19).

Menurut Caca Handika, salah satu pemuda Wera. Tindakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Bima tersebut, merupakan bentuk penghianatan terhadap demokrasi.

"Kami menilai itu merupakan tindakan pengkhianatan terhadap demokrasi," Kata ketua umum HMI Cabang Dompu ini.

"Untuk membungkam aksi kritis pemuda dan mahasiswa," Tambahnya.

Selain itu, Handika juga menilai, bahwa Polres Bima Kota juga tidak adil dalam menegakkan hukum. Pasalnya, laporan mahasiswa tentang dugaan penganiayaan mahasiswa oleh oknum yang diduga preman hingga saat ini belum proses.

"Kenapa mahasiswa yang memberikan kritikan membangun justru cepat ditahan. Sementara banyak kasus-kasus lain seperti kasus pemukulan aktivis oleh oknum Pemkab Bima yang jauh sebelum ini dan sampai hari ini belum mendapatkan penanganan serius," Tegasnya.

Lebih lanjut, Handika meminta agar pihak Pemkab Bima segera mencabut laporan terhadap 3 aktivis yang ditahan di Polres Bima Kota.

"Kami minta ketiga aktivis yang sudah ditahan di Polres Bima Kota segera dibebaskan. Jika tidak, jangan salahkan kami ketika Bupati Bima tidak bisa datang ke Kecamatan Wera," Pintanya.

Hasbul Fija, M. Natsir dan Hendra, ditahan oleh Polres Bima kota pada hari Sabtu, 16 November 2019 kemarin.

Ketiganya ditahan karena diduga terlibat dalam pengerusakan kantor Camat Wera saat mereka menggelar aksi demonstrasi beberapa waktu lalu di depan kantor Camat Wera dalam rangka menolak pertambangan pasir besi.

Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update