Notification

×

Iklan

Iklan

Unik! 8 Aksi Protes, Dari Mogok Seks Hingga Tesis Dibungkus Celana Dalam

Jumat, 04 Oktober 2019 | 01.05.00 WIB
Dari 193 Ribu mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi jalan Moentrel di Provinsi Quebec, Kanada sebagian massa aksi hanya mengenakan pakaian dalam (Akurat.co)
Indikatorntb.com - Bertempat di depan Gedung MPR/DPR, Senin 30 September 2019 lalu, Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes mereka terhadap kebikan Pemerintah dan DPR.

Berbagai atribut dan spanduk berisi tulisan-tulisan menohok terpapar diantara ribuan mahasiswa. Misalnya, "Selangkanganku Bukan Milik Negara" atau "Undang-undangmu lebih kejam dari undangan mantan" dan masih banyak lagi.

Dalam tuntutannya, Mahasiswa menolak RUU KPK, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU PKS, Isu Lingkungan dan Kriminalisasi aktivis. Aksi demonstrasi yang berujung kericuhan tersebut mengakibatkan mahasiswa luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia, selain mahasiswa aparat kepolisian juga mengalami luka-luka akibat bentrok dengan mahasiswa.

Berbeda dengan mahasiswa, pemuda bahkan anak-anak di negara lain yang juga pernah melakukan aksi protes sebagai bentuk penolakan terhadap sebuah kebijakan atau masalah tertentu, bukan hanya menggelar aksi demonstrasi, melainkan aksi-aksi unik dan sederhana namun sangat mempengaruhi kebijakan yang mereka protes.

Berikut berbagai aksi protes yang unik dan kontroversial yang dihimpun oleh indikatorntb.com dari berbagai sumber:

Mogok Seks

Berawal dari komedi Yunani purba, Lysistrata, Karya Aristophanes. Dan merasa muak dengan perang Peloponnesia yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, perempuan-perempuan dari Athena melakukan aksi mogok seks dengan para suami mereka, lalu memaksa para suami melakukan perundingan untuk berdamai.

Salah satu aksi pemogokan seks yang paling di kenang hingga mampu mengakhiri perang saudara di Liberia pada tahun 2003 lalu, adalah aksi pemogokan seks yang dipimpin oleh Leymah Gbowee. Tidak hanya mengakhiri kekerasan dari perang saudara, akhir tersebut juga mendapatkan nobel perdamaian, Bahkan mengantarkan Ellen Johnson-Sirleaf menjadi presiden perempuan di Afrika.

Hanya Memakai Dalaman

Sekitar 193 ribu mahasiswa di Provinsi Quebec, Kanada pada tahun 2012 lalu turun ke jalan Montreal melakukan aksi massal, sebagian dari massa aksi bahkan hanya memakai pakaian dalam saja. aksi tersebut diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah, agar bertelanjang di depan umum tidak dianggap ilegal oleh pemerintah Kanada. Selain itu, pemerintah Kanada juga diharapkan serius menurunkan biaya pendidikan.

Tesis Dibungkus Celana Dalam

Menurut The American Civil Leberties, aturan berbusana di sekolah merupakan hal yang biasa di Amerika. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang menilai bahwa aturan berbusana tersebut, merupakan diskriminasi terhadap perempuan, bahkan dianggap tidak adil dan menyasarkan.

Di Cornell University, New York, seorang dosen harus menerima kenyataan pahit, karena tesis yang ia terima dari mahasiswanya berbungkuskan celana dalam. aksi mahasiswa tersebut, merupakan bentuk protes terhadap aturan berbusana, bahwa dirinya hanya memakai celana pendek.

Bertelanjang Dada

Kelompok ekshibisionis feminis internasional (FEMEN) merupakan kelompok asal Ukraina yang dikenal dengan aksi protes yang berbau kontroversial serta "Liar". Tak tanggung-tanggung kelompok ini rela melepaskan baju hingga tubuh bagian atas terlihat di hadapan publik. Aksi bertelanjang dada yang mereka lakukan adalah bentuk protes kepada aturan-aturan agama yang dianggap mengekang, mengeksploitasi bahkan dikatator terhadap wanita.

Siswa Laki-Laki Pakai Rok Pendek

Tidak setuju dengan aturan pakaian yang berlaku di sekolahnya yang melarng siswa laki-laki di Whitchurch High School, di Cardiff, Inggris, mengenakan celana pendek, empat siswa laki-laki mengenakan rok ke sekolah. Mereka menganggap bahwa aturan pakaian di sekolahnya tidak adil, siswa laki-laki dilarang mengenakan celana pendek, sementara para siswi perempuan diizinkan mengenakan rok pendek.

Awalnya para siswa laki-laki ini mengenakan celana panjang dari rumah, kemudian sesampainya di sekolah, mereka masuk ke toilet sekolah lalu mengganti celana panjang dengan rok pendenk, kemudan kembali ke halaman sekolah sembari bernyanyi "Kami ingin memakai celana pendek".

Berciuman Secara Massal

Mahalnya biaya pendidikan di Chili, membuat pelajar di Santiago menggelar aksi protes yang tidak lazim. Para peserta aksi secara bersamaan mencium peserta yang lain yang menjadi pasangan mereka. Pesan yang ingin mereka sampaikan melalui aksi berciuman secara massal tersebut, adalah "Love Is Free, Education Isn't" (Cinta itu Gratis, Tetapi  Pendidikan tidak). Aksi itu dilaksanakan pada tanggal 1 September 2011 lalu.

Memerah Susu Sapi

Dikoordinir oleh Organisasi European Milk Board atau Dewan Susu Eropa, pada awal Oktober 2009 lalu, lebih dari 2.500 petani Eropa di Brussel menggelar aksi protes dengan memerah susu Sapi yang diarahkan kepada para aparat keamanan. Aksi unik tersebut, digelar lantaran harga susu Sapi merosot serta kouta produksi susu di Eropa di batasi.

Mogok Terima Uang

Meminta jaminan kesejahteraan dari perusahaannya, para supir bus di Kota Okayama, Jepang melancarkan aksi protes dengan tetap mengemudikan bus dan mengangkut para penumpang seperti biasanya, namun para supir bus tersebut, menolak menerima ongkos. Semua penumpang di gratiskan dari ongkos. Namun, aksi tersebut, dinilai memberikan keuntungan kepada pihak perusahaan, karena dianggap mampu mempertahankan hubungannya dengan para penumpang.


Itulah delapan aksi protes yang pernah terjadi di belahan dunia, yang dianggap unik dan sederhana namun viral serta berpengaruh. Jika kamu tidak setuju atau menolak suatu masalah atau kebijakan disekitarmu, kira-kira aksi protes seperti apa yang akan kamu lakukan?

Tim/Indikatorntb






×
Berita Terbaru Update