Notification

×

Iklan

Iklan

Generasi di Era Baru, Arah Baru dan Harapan Baru

Sabtu, 14 September 2019 | 16.37.00 WIB
Foto: Penulis
Sejarah bangsa di dunia tidak luput dari peran pemuda termasuk dalam hal memperjuangkan kemerdekaan negaranya, begitu pun juga Bangsa Indonesia.

Semua ini tidak terlepas dari perjuangan kaum muda yg meletakan nilai-nilai dasar perjuangan.

Melihat sejarah bangsa indonesia yang dikenal dengan "kebangkitan nasional" itu karena kesadaran kaum muda untuk berpartisipasi memikul tanggung jawab sosial dimana kaum muda dibesarkan dalam realita dan situasi dimana mereka tumbuh dan berkembang.

Idealisme yang menyala nyala dan fenomena sosial dialami kaum muda bertentangan dengan nurani yang membelenggu hak-hak rakyat. membuat kita sadar dan bergerak untuk menimbang dan memikul tanggung jawab bersama untuk bangsa dan daerah kita.

Kini tiba saatnya kaum muda Kakanda Adam Malik mengikhtiarkan (memperjuangkan) untuk Desa Rupe yang ia cintai. Kecintaanya tebukti ketika ia mengabdikan diri setelah dan sebelum ia pulang dari negeri orang untuk membangun kemaslahatan bersama.

Kalau berbicara kontribusi beliau untuk Desa Rupe bisa kita saksikan bersama, dan anak muda pun tidak luput dari perhatian dan didikanya, termasuk saya yang menulis tulisan ini.

Mantan pemain Persebi Bima itu sudah mendaftarkan diri dan ikut serta dalam kontestasi politik desa periode ini.

Sesuai amanat cita cita reformasi telah melahirkan sejuta pemimpin yang merupakan hasil dari perwujutan demokrasi sejati. "Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Karena pada dasarnya rakyat lah yang berkuasa atas suatu bangsa, negara dan daerah.

Kakanda Adam Malik tidak bisa berkerja sendiri untuk membangun desa yang kita cintai bersama, karena dalam hidup bermasyarakat itu memilki cara pandang tersendiri, maka dari itu kita semua harus ikut andil dalam membangun Desa ini.

Kedekatan emosional Adam Malik dengan orang tua dan anak muda itu sudah sangat cukup menjadi modal utama untuk membangun desa, karena pada dasarnya kita hidup dalam ruang lingkup demokrasi dan kita harus mampu berkomunikasi dengan orang lain, lebih mengedepankan akal sebagai alat pertimbangan dan kebijakan atas permasalahan.

Seorang pemimpin itu harus berjiwa sosial tinggi, tidak sensitif terhadap pembicaraan orang lain bahkan anak muda yang menjadi harapan suatu Bangsa, Negara dan Daerah, Dan itu semua ada pada diri Kakanda Adam Malik.

Saya pun mengakui bahwa setiap orang pasti memiliki kecintaanya pada tanah kelahiranya tapi kita harus mampu memilih dan melatakan pemimpin kita untuk Generasi baru, Era baru, Harapan baru dan Arah Baru.

Kakanda Adam Malik bukan siapa siapa kalau kita tidak ikut andil dalam ikhtiarnya dan beliau tidak bisa kerja sendiri tanpa adanya kita.

Memang kita mengakui anak muda sangat minim pengalaman, makanya tidak pernah menawarkan masa lalu, tapi selalu menawarkan masa depan untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

Penulis: Irfan Sangadji Ndai
×
Berita Terbaru Update