Notification

×

Iklan

Iklan

Wow! Barang Bekas Ini Disulap MTDS Kota Bima Jadi Barang Unik

Minggu, 12 Mei 2019 | 13.46.00 WIB
Foto bersama sejumlah anggota komunitas Mai Ta Doho Sama (MTDS) dengan CEO komunitas Babuju Mandiri, Rangga Babuju/Julhaidin (baju putih, sarung kuning).
Editor : Subhan Al Karim 

Indikatorntb.com - Mengutip yang disampaikan salah satu motivator Bima, Rangga Babuju bahwa, "Berkarya tidak harus menunggu kita sarjana, hasilkan karya tidak harus menunggu kita punya segala sesuatu. Kreasi inovatif lahir dari hal-hal kecil oleh orang-orang biasa".

Motivasi ini disampaikan Rangga Babuju dihadapan puluhan anggota komunitas "Mai Ta Doho Sama" (MTDS) Kota Bima saat memulai untuk membuat pot bunga dari memanfaatkan barang-barang bekas, belum lama ini.

Sabtu, (11/5) malam, Rangga Babuju yang bernama asli Julhaidin, Koordinator komunitas Babuju Bima ini menyempatkan diri untuk melihat langsung hasil karya yang sudah dikerjakan oleh MTDS beberapa hari ini, di sekretariat MTDS, lingkungan Suntu Kelurahan Paruga Kota Bima.
Rangga Babuju saat melihat langsung hasil karya komunitas MTDS
Rafsanjani, Ketua MTDS Kota Bima, dilokasi pembuatan pot bunga menyatakan bahwa semua yang dilakukan ini untuk mematahkan lontaran-lantaran bahasa banyak warga bahwa mustahil MTDS bisa berbuat lebih.

"Kami ingin buktikan bahwa kami bisa berkarya, ciptakan karya dan menunjukan bahwa kami anak-anak remaja dan pemuda MTDS Kota Bima bisa mewujudkannya secara nyata sebagai bentuk bahwa kami bisa" tegas Rafsanjani di Kota Bima.

Melihat geliat para remaja dan anak muda ini, banyak warga paruga yang menaruh harapan, bahwa kedepan akan banyak anak-anak millenial Kota Bima yang memiliki kreatifitas positif sehingga mereka bisa jauh lebih mandiri dalam menghadapi kehidupan yang serba kompetitif saat ini.

"Tanpa karya, anak-anak remaja dan pemuda saat ini bukanlah siapa-siapa. Sebab, hanya dengan berkarya dan membuktikannya, anak remaja dan pemuda menunjukan dirinya sebagai generasi yang dapat dibanggakan," ungkap Rangga Babuju, inisiator sekaligus pendamping MTDS Kota Bima itu.
Pot dari barang bekas kreasi komunitas MTDS
Pot kreasi MTDS Kota Bima dibuat dengan memanfaatkan kain bekas atau handuk bekas lalu dicampur pada adukan semen cair. Sebagai wadah cetakan, menggunakan ember bekas atau kaleng bekas, kemudian dibentuk sesuai dengan kreasi dan seni. Dijemur 2-3 hari kemudian dicat sesuai dengan kreasi warna yang diinginkan.

Diketahui, hasil kreasi MTDS ini akan dijual antara Rp 25.000 - Rp 100.000 per pot. Hasil penjualan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan dan persiapan hari jadi MTDS Kota Bima pada bulan juni mendatang.

"Semua hasil penjualan akan kami gunakan untuk persiapan hari jadi MTDS dan untuk berbagi amal yang insyaallah akan kami mulai pada 10 hari terakhir ramadhan ini," ujar Rafsanjani lagi.
×
Berita Terbaru Update