Notification

×

Iklan

Iklan

Sejarah Pendidikan Dunia

Jumat, 08 Maret 2019 | 01.21.00 WIB
Penulis : Nasrullah Syaf

     Dalam perkembangan sejarah peradaban dunia tentu tidak terlepas dari aspek pendidikan yang mewarnai perkembangan dan kemajuan setiap pelaku peradaban sehingga kemajuan pola pikir suatu kelompok masyarakat pada era tertentu sangat bergantung dari kemajuan pendidikan yang diselenggarakan. Kemajuan pola pikir, komunikasi, politik, seni sastra, ilmu alam, dan hukum menjadi pembeda kebudayaan dan peradaban setiap daerah. Bertolak dari pandangan seorang sosiolog Emile Durkheim dalam Widada (2009) yang mengungkapkan bahwa dengan berkomunikasi dan berinteraksi yang bersumber dari kesadaran individual dan kesadaran kolektif suatu kelompok masyarakat dapat membentuk kebudayaan dan peradaban.
    Sejarah telah mencatat kemajuan peradaban, politik, sastra, hukum, filsafat, sosial, dll sejak zaman Babilonia, Mesopotamia, Cina Klasik,  Yunani, hingga era modern seperti sekarang ini. Warna peradaban (pendidikan) setiap zaman dan setiap daerah tentu memiliki ciri dan karakteristik yang menjadi pembeda. Berikut akan diuraikan pelbagai peradaban dan ciri pendidikan yang berkembang pada masanya. 
1    Yunani
           Yunani yang biasa dikenal dengan negeri para Dewa tidak dapat dipisahkan dari sejarah peradaban dunia yang ikut mewarnai perkembangan pendidikan di dunia. Pendidikan yang berkembang di Yunani adalah pendidikan dalam arti luas (lihat Mudyahardjo dan Soyomukti) yang awal mula perkembangannya ditandai dengan adanya pertandingan olahraga untuk menghargai Dewa Zaus di Olympia yang kemudian dinamai Olimpiade. Pertandingan yang pertama kali diselenggarakkan di Ellis (Tanah suci bangsa Yunani) pada tahun 776 SM. Pertandingan ini menjadi cikal bakal lahirnya pendidikan di Yunani (Seeley, 2015:55-58) karena adanya pertukaran informasi dan bertambahnya jumlah pertandingan yang diselenggarakan.
2    Athena
    Pendidikan di Athena adalah pendidikan yang biasa dikenal sebagai negeri kreatif pengembangan bakat para generasi sehingga berpengaruh mencetak sejarah sebagai contoh yang diikuti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, yang menghasilkan para pakar-pakar hebat terpenggaruh menjadikan negerinya sebagai tempat bersejarah untuk pengembangan kreatifitas dan bakat, namun demikian para budak telah memiliki jok masing-masing dan anak-anakpun menikmatinya pendidikan sehingga menjadikan negara yang hebat (Seeley, 2015:33). 
3     Persia
            Sejarah persia yang pada dasarnya itu adalah jalur utama karaval besar yang sebelumnya menjadi jalur perdagangan antara orang Eropa dan India yang dimana jalur itu tidak konduktif lagi untuk melanjutkan perdagangan mereka. , Daerah Persia pun tetap merasa nyama demi membangun negara sendiri walaupun pada dasarnya menjalani kehidupan non modern, mereka diharuskan siap siaga demi kenyamanannya, dan selalu siap berperang walau dengan pedang demi mempertankan diri di daerahnya karena sebagai pejuang mereka berpikir demi membangun hubungan pendidikan di daerah.
4     China
             Peradaban (kekaisaran  yang berhubung dengan langit dan surga), mungkin dengan kekaisaran Mesir, adalah yang tertua di dunia . namun demikian kekaitsaran Mesir telah menyumbang walau sedikit lagi kemajaun umat manusia. Namun pendidikan mereka telah gagal secara stimulus kemajuan nasional, karena mereka mengutamakan  egois sehingga tidak menerima saran-saran dari luar. Metode pengajaran-pengajaran yang di andalkan orang Cina hanya praktik membuat argumen orang melanjutkan pendidikan, dan selalu membuat daya ingat para pendidik. (Seeley, 2015:13).
5     Roma
          Sejarah Roma mencakup periode seribu tahun. Dari sebuah desa kecil dipaletine Hil, Roma tumbuh menjadi kekaisaran terkuat dunia “Masa Agustus” mewakili tidak hanya puncak kejayaan militer. Ketika menjadin adfokad di Roma, Cicero membuktikan dirinya membela orang-orang di posisi tinggi, sering mereka yang dituduh melakukan penyuapan, pemerasan atau penyalahgunaan kepercayaan politik. (Seeley, 2015:83).
      Mesir  
           Mesir berupa daratan sempit sapanjang kira-kira enam atus mil, terletak dibagian Timur laut Afrika nilai geografis mesir menjadi penting dikarenakan kehadiran sungai Nil yang mengalir melalui wilaya Mesir. Sungai ini meluap setiap tahun sehingga menyubburkan tanah dan menjadikan mesir salah satu negara paling produktif di Dunia. (Seeley, 2015:47).
7    Yahudi
              Geografi dan sejarah  bangsa yahudi adalah bangsa kuno Tuhan atau “orang-orang terpilih,” yang sejarahnya dicatat dalam kitab perjanjian lama. Mereka mencapai kekuatan dan kejayaan terbesarnya selama kekuasaan Daud dan Sulaiman, dan mereka menguasai palestina, dengan jerusalem sebagai ibu kotanya. Bangsa yahudi adalah bangsa nomaden yang hidup di dalam tenda, dan cenderung hidup berkelompok. Patriaki yang merupakan kepala keluarga atau kepala suku, membuat hukum untuk dibawah orang-orang dan memerintah mereka menuruut perintah Tuhan. (Seeley, 2015:39). 
8     Kristen
             Perbedaan Oriental (Timur) berdasrkan bahwa pada teori bahwa individu milik negara, dan tidak bisa memiliki kepentingan kecuali bahwa ia terikat dengan kepentingan negara. Kristen, dilain pihak mengajarkan bahwa individu memiliki tugas untuk negara harus memberikan perlindungan pada individu. Guru-guru besar, confucius  buddha dan Socrates, plato, memiliki banyak pandangan tentang kebenaran, tetapi kristus adalah  kebenaran itu sendiri. Ia menemukan untuk dunia prinsip akhir tentang nilai jiwa  manusia, dan membawa kebenaran bahwa “semua manusia sama di hadapan tuhan.” (Seeley, 2015:103).
9     Islam
       Sejarah muslim adalah berawal dari masa Hegira , atau Hijrah Muhammad dari Mekah di tahun 622 M. Dari tahun ini orang-orang muslim memperhitungkan waktu (kalender) mereka, seperti orang-orang kristen memperhitungkan kelahiran kristus. Muhammad pertama kali muncul sebagai Nabi ketika berumur empat puluh tahun. Agama arab ini adalah agama yang terakhir, dan ada kebutuhan besar atas reformasi yang Muhammad jalankan. (Seeley, 2015:176).

Daftar Pustaka
Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Seeley, Levi. 2015. History Of Education Sejarah Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi.
Soyomukti, N. 2015. Teori-Teori Pendidikan Dari Tradisional, (Neo) Liberal, Marxsis-Sosialis Hingga Postmoderen. Yogyakartan: Ar-Ruzz Media.
Widada, R. 2009. Saussure Untuk Sastra, Sebuah Metode Kritik Sastra Struktural. Yogyakarta: Jalasutra.
×
Berita Terbaru Update