Notification

×

Iklan

Iklan

Kesedihan yang Mencengkram Dalam Puisi "Senja Di Pelabuhan Kecil"

Selasa, 29 Mei 2018 | 09.23.00 WIB
Foto : Penulis
Senja Di Pelabuhan Kecil 

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali.
Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan.
Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Puisi merupakan salah satu bentuk apresiasi yang kita miliki, dengan adanya puisi kita bisa menyampaikan apa yang ada dipikiran kita. Puisi juga bisa digunakan sebagai wadah untuk kita selalu berkreasi dalam tulisan yang dibuat. Lebih tepatnya puisi sebagai karya sastra yang terikat dengan rima, irama, penyusun bait, serta baris bahasanya terlihat indah dan penuh makna. Bahasa yang terlihat indah dan bermakna digunakan untuk mengambarkan suatu suasanya yang diciptakan oleh pengarang. Pengarang bisa mengambarkan perasaan sedih gembira, putus asa, jatuh cinta, dan kesal dari penyusunan bahasa yang digunakan.

Puisi sedih dan gembira yang dituliskan oleh seorang pengarang bisa saja berasal dari curhatan hati atau perasaan pribadi, seperti puisi senja di pelabuhan kecil karya Chairil Anwar. Puisi Senja di Pelabuhan Kecil mengambarkan mengenai kisah sedih seorang pria namun, masih memiliki sikap yang tegas. Kesedihan yang dialaminya adalah perasaan yang pesimis dikarenakan cinta yang kandas. Hancurnya sebuah hubungan yang telah dijalani oelh seseorang menjadi pemicu dari keterpurukan yang ada di dalam diri kita.

Cinta terkadang menjadi hal yang penting bagi sebagian orang. Saat cinta yang ia memiliki telah pergi meninggalkannya maka itu akan mempengaruhi diri sendiri dan kehidupan sehari-hari yang dijalani. Cinta bisa menjadi sebuah sumber kebahagiaan bagi seseorang dan diri sendiri. Kebagiaan seseorang yang sedang jatuh cinta tidak bisa diukur dengan apa pun, dengan cinta ia bisa mengubah hari-hari yang kelam menjadi berwarna, namun saat cinta hilang hari yang berwarna pun menjadi suran tanpa ada senyuman.

Puisi Chairul Anwar bisa menarik pembacanya larut dalam kesedihan yang ia tuangkan dalam puisi. Puisi ini ditunjukkan untuk Sri Anjati, dimana dia adalah kekasih pujaan yang sangat dicintai oleh Chairil Anwar namun tidak bisa bersama lagi. Kesedihan dan kekosongan hati yang dirasakan Chairil Anwar dituangkan dalam semua puisi yang berjudul senja di pelabuhan kecil.

Tidak ada lagi yang mencari cinta dimaksudkan bahwa ia sedang putus asa karena ditinggalkan Sri Ajati. Ia merasakan kehilangan yang sangat mendalam akibat ditinggalkan oleh orang yang sangat berharga bagi hidupnya. Penulis merasakan bahwa ia telah menyia-yiakan cinta yang datang dan mengabaikannya, sehingga membuat Sri Anjati pergi.

Pengambaran gudang dan rumah tua yang dituliskan dalam lirik puisi mengambarkan hatinya yang sedang kosong. Kekosongan di dalam hati yang di rasakannya membuat ia merasa sendiri dan terpukul. Semua yang ia rasakan kosong tidak berwarna akibat ditinggalkan oleh Sri Anjati, itulah pengambaran dari diri Chairil Anwar. 

Pengambaran bati yang kosong juga dapat dilihat dari lirik puisi Perahu tidask berlaut. Maksud dari perahu tidak berlaut adalah tidak ada lagi orang yang bisa merebut hatinya kecuali Sri Anjati, dimana semua orang yang telah mendekatinya tidak bisa merebut perasaan yang ia punyai. Lirik puisi yang selanjutnya adalah menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut dimana ia pasrah akan keadaan yang dimiliki sekarang ini.

Pengambaran suasana saat pengarang sedih adalah gerimis mempercepat kelas dimana seolah kesedihan yang ia rasakan cepat berlalu tengelam oleh hari-hari yang ia lewati. Hari berganti seperti biasanya namun, kesedihan yang ia rasakan terus berlanjut seiring berjalannya waktu. Kesedihan itu tidak memudar sedikit pun meski hari telah berganti. 

Melewati hari-hari yang buruk dengan kesedihan yang ia rasakan. Meskipun ia mencoba lari dari kesedihan yan dirasakan semua itu terasa sia-sia. Kesedihan masih mengikuti dirinya hingga waktu yang lama.
Puisi Senja di pelabuhan kecil memiliki makna konotatif atau makna yang tidak sebenarnya. Ia mengambarkan apa yang dirasakan dengan menemu bujuk pangkal akanan tidak bergerak dimana maksud dari lirk tersebut adalah sedih yang dirasakannya masih sama tidak berubah sedikit pun dari dirinya. Serta tiba-tiba ia ingin menghilangkan kesedihan yang dirasakannya karena sudah lelah merasakan kesedihan akibat ditinggal oleh seseorang yang dicintainnya.

Merasakan kesendirian, bagai seseorang yang tidak punya siapa-siapa, itulah perasaan yang dirasakan oleh pengarang. Parasaan tersebut digambarkan dengan lirik tiada lagi, aku sendiri, berjalan. Meski hanya ditinggal oleh satu orang yang berharga baginya ia merasa bahwa tidak ada lagi yang menemani hari-hari yang dilewatinya, seolah tidak ada seseorang yang dijadikan sandaran lagi.

Menyisir semenajung adalah pengambaran makna denotasi atau makna yang sebenarnya. Ia memiliki harapan yang besar kepada Sri Anjati untuk kembali lagi ke dalam pelukannya agar bisa bersama-sama menghabiskan hari yang indah berdua. Besarnya harapan yang ia miliki membuat pengarang makin tersikasa dengan harapan yang dimilikinya.

Sekali tiba diujung dan sekalian selamat jalan adalah pengambaran bahwa jika segala sesuatu yang kita mulai telah selesai maka itulah akhir dari perjalanan yang dimulai. Segala sesuatu yang ada pasti memiliki akhir yang bagus atau pun buruk, semua sudah ditentukan dari perbuatan yang telah kita lakukan.

Pengambaran ini adalah sudah mencapai batas dari perjuanagan cinta yang dilaluinya. Diakhir itulah kesedihan yang dirasakan harus berhenti dan memikirkan hal yang baru lagi. Sedu penghabisan bisa berdekap adalah pengambaran bahwa perasaan yang dimilikinya telah usai dan tidak ada lagi kesedigan yang dirasakan setelah semua berahir.

Saat luka yang diamali seseorang menjadi semakin dalam mereka hanya bisa meratapi keadaan yang ada .Perasaan yang dialaminya hanyalah kesedihan. Kesedihan atas kesendirian, kesepian, kedukaan, yang ditinggalkan oleh Sri Ayati kekasih pujaan yang selama ini diratapinya. Meskipun telah kehilangan cinta yang begitu besar kita harus selalu ikhlas dengan jalan hidup yang sudah dipilih. Jaganlah merasakan kesedihan yang begitu berlarut-larut karena semua pasti akan kembali, dan kita akan mendapatkan apa yang pantas kita dapatkan.

Penulis : Ucik Susilowati
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang)




×
Berita Terbaru Update