Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi dan Cermin Kawula Alit

Kamis, 24 Mei 2018 | 07.27.00 WIB
Jokowi (foto : Okezone)
Indikatorbima.com - Berapa sih orang pintar dan terdidik di negara kita. Berapa sih yang melek informasi. Berapa sih tingkat pemilih rasional yang ketika memilih harus tahu track record, curricullum vitay, atau yang menimbang program, visi dan misi sebagai alat untuk menentukan pilihan.

Berapa pula yang nonton ILC, Mata najwa atau pemilih korban berita-berita hoax yang di sebar. Atau berapa persen dari 196, 2 juta pemilih itu yang punya wa, Fb dan ig. Dibanding mereka yang duduk berjam-jam di 'emper' rumah sambil rebahan duduk di 'lincak' terbuat dari bambu. Mereka yang berangkat pagi pulang petang di kebun memanen ketela dan di sawah mengetam padi.

Kita bisa lihat siapa sih dalam sebuah grup wa itu yang paling aktif seharian wa nan, dengan paket internetan 100 hingga 200 ribu sepekan yang setara dengan belanja mbok ijah sebulan. Paling-paling saya dan teman teman satu profesi yang memang harus pegang Gadget karena sebuah kebutuhan. Dan nganggur seharian mengusir jenuh.

Berapa sih yang kenal nama atau bahkan hanya mendengar nama Prof Yusril ahli hukum tata negara yang ganteng berdompet tebal karena bayaran tinggi, Prof Mahfudz asli Madura yang kerap menjadi bintang di ILC, Bapak Prabowo Soebiyano yang dua kali gagal dalam setiap pencalonannya, atau pendatang baru yang tiba-tiba kerap bersurban saat berkunjung ke pesantren tapi juga bersahabat kental dengan para taipan, jendral Gatot atau hafidz Quran yang mulia TGB gubernur NTB yang katanya bisa membuat makmur penduduk nya dalam sekejap, Atau nama-nama alternatif lain yang katanya bisa mengubah keadaan dengan sekali ucap.

Pada orang-orang inilah katanya harapan hidup lebih baik bisa dijamin. Hutang luar negeri lunas dibayar di awal periode. Sebuah negeri bebas utang seketika. Para Pekerja asing China pulang kembali ke kampung halaman. Harga sembako mudah di dapat dan murah. Harga BBM kembali gratis. Frreport menjadi milik sendiri. Pun dengan semua pertambangan akan ditambang sendiri oleh anak pribumi dengan sekop dan cangkul.

Tak ada lagi kriminalisasi ulama dan ustadz, bahkan para ustadz dan khotib boleh pidato sepuluh kali sehari tanpa pengawasan. Boleh demo berapa jumlah pengikut dan santri nya tanpa takut. Antrean panjang haji bisa di urai dalam setahun berangkat. KPK di bubarkan karena korupsi lenyap tanpa bekas. Sebuah negeri yang sejahtera karena semua rakyat makmur terjamin. Tak ada lagi saracen, hoax, cebong dan istilah-istilah lain yang menggemaskan.

'Hati' rakyat memang aneh dan penuh misteri. Untuk memenangi sebuah pilihan tak harus pintar apalagi deret gelar akademik. Pilihan rakyat kerap jatuh pada pilihan yang sama sekali tak masuk di nalar. Siapa sangka Jokowi bisa kalahkan Prabowo yang dikelilingi orang pintar dan berduit. Tapi itulah politik.

Prabowo akhirnya keok pada putaran pertama dengan selisih tipis. Dan Jokowi seperti biasanya dengan wajah kumal gaya kampungan memenangi tiga kali petarungan yang sarat intrik. Adu strategi dan adu cerdas ...pemimpin adalah cermin masyarakatnya dan politik memang misteri dan kita tak pernah tahu kemana suara Tuhan memilih .. Wallahu a'lam

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
×
Berita Terbaru Update