Notification

×

Iklan

Iklan

Genarasi Ibnu Mujlam: Generasi Merasa Paling Benar Sendiri

Minggu, 27 Mei 2018 | 14.07.00 WIB
Ilustrasi (foto : islamidia.com)
Indikatorntb.com - Hukum itu milik Allah, bukan milikmu ... " Ibnu Muljam menikam belati dari balik gamisnya, kemudian Khalifah Ali roboh bersimbah darah. Tepat ramadhan di hari ke tujuh. Ali ra suami Fathimah putri kesayangan Nabi saw yang dijamin masuk surga itu mengakhiri masa Khilafah Al Minhaj an Nubuwah dengan beberapa kali tikaman. Darah mengucur menyisakan dendam. Prasangka telah membunuh semua khalifah. Juga nafsu merasa paling benar sendiri. Seperti tentara Tuhan berjalan angkuh dengan jubah kebenaran yang diyakininya. Menjadi algojo bagi teman dan saudaranya sendiri.

Adalah Ibnu Muljam yang dikenal saleh, zuhud dan wara. Seorang hafidz yang istiqamah. Ahli ibadah dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk dakwah Islam. Berafiliasi dengan kelompok Khawarij. Pendukung Ali paling setia yang kecewa. Ali menyimpang dari garis kebenaran yang mereka pahami. Perundingan dengan Mu'awiyah yang telah kalah adalah kesalahan yang harus ditebus.

Ali dikafirkan dan dihalalkan darahnya. Dia dibunuh untuk alasan yang mereka buat sendiri. Tidak ada alasan untuk siapapun yang mau menerima perdamaian dengan Mu'awiyah yang sebelumnya dicap kafer duluan oleh Khawarij. Sikap merasa paling benar sendiri sebagaimana kaum Khawarij menjadi pelajaran penting. Dari situlah segala petaka bermula.

IQRA .. bacalah, analisislah, pahamilah, bertabayunlah, berkacalah demikian wahyu pertama turun. Salam pertama dari Rabb Pencipta untuk semesta. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Bukan dengan hawa nafsu dan ego kelompok. Tak seorangpun berhak mengklaim atas nama Tuhan untuk kebenaran yang diyakini. Kebenaran hanya milik Tuhan.

Rasulullah saw dalam sebuah hadits telah meramalkan kelahiran generasi Ibnu Muljam ini:

"Akan muncul suatu kaum dari umatku yang pandai membaca Alquran. Dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Alquran dan mereka menyangka bahwa Al Quran itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Quran itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya". Sahih Muslim)

Manusia-manusia yang diramalkan nabi itu.. memahami konteks beragama dengan sangat over dosis. Hingga melihat yang bersorban saja kita jadi takut karena sikap mereka yang sangat in toleran .. Islam muncul dengan stikma radikal. Anti cinta kasih.. dan menganggap salah jika tidak sepaham. Meski seribu kali dia telah bersyahadad..

Itulah kelompok yang diramalkan bakal datang, bertindak seolah-olah membela agama, tetapi sebenarnya telah merusak.
Apa hak kita menyangsikan iman seseorang. Mungkin kita lupa bahwa kepercayaan adalah hak asasi yang paling asasi. Siapa kaum khawarij, hingga berhak menakar iman Ali ra sang khalifah yang sudah jelas benar dijamin masuk surga.

Nah.. hari ini kita melihat.. mereka muncul di tengah-tengah kita. Sangat dekat .. membunuh bukan dengan pedang tapi dengan kata-kata menyakitkan. Tuduhan kafir kepada sesama yang beriman itu lebih sakit dari pada terpenggal kepala.

Karena membaca.. lahirlah banyak ilmuwan cerdas, meramu teori ilmu pengetahuan dan menciptakan tehnologi.. Sayangnya mereka hanya berhenti di kata pertama. Mereka tidak lanjut pada ayat ke dua. Jadinya.. mereka menciptakan sesuatu malah untuk merusak.. misalnya nuklir.. untuk menghancurkan manusia lain karena nafsunya..

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ...

Penulis : @nurbaniyusuf
Taddarus: 13
×
Berita Terbaru Update