![]() |
| Foto: Kepala BKPH Maria Donggomassa saat melakukan kunjungan persiapan bibit untuk persiapan pembuatan hutan rakyat di Kecamatan Wera (Facebook: @BKPH Maria Donggomassa |
Indikatorntb.com - Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggomassa akan melaksanakan program pembuatan Hutan Rakyat (HR) dengan luas garapan 650 Ha di Kabupaten Bima.
Luas garapan hutan rakyat tersebut, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bima, diantaranya Kecamatan Wawo 200 Ha, Wera 100 Ha, Langgudu 100 Ha, Ambalawi 100 Ha, Lambu 100 Ha dan Sape 50 Ha.
Kepala BKPH Maria Donggomassa, Ahyar, S.Hut kepada media ini menjelaskan, bahwa Hutan Rakyat merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kecenderungan petani agar beralih dari komoditi jagung me kayu putih.
"HR ini kami gagas dan arahkan untuk mencoba memulai pengalihan komoditi dari kecenderungan ke jagung beralih ke kayu putih," jelasnya.
Menurut Ahyar, Komoditi kayu putih sangat cocok untuk daerah yang panas, nilai ekonominya juga bisa dipertimbangkan. Selain itu, kayu putih diharapkan bisa menjadi alternatif untuk hutan dan lahan kritis.
"Jenis ini sangat cocok untuk daerah kita yang panas dan menjadi salah satu jenis alternatif untuk rehabilitasi hutan dan lahan, gampang tumbuh serta tahan. Selain itu, hasilnya secara ekonomi bisa dipertimbangkan," bebernya.
Selain kayu putih, BKPH Maria Donggomassa juga menyediakan bibit kemiri, kelengkeng, Srikaya dan Nangka.
Lebih lanjut, Ahyar berharap kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembuatan hutan rakyat yang rencananya akan dilaksanakan bulan November ini. Katanya, jika program hutan rakyat tersebut sukses, maka bukan tidak mungkin hutan rakyat akan menjadi sumber kehidupan masyarakat.
"Harapan saya, masyarakat bisa pro aktif untuk ikut mensukseskan program ini dan ke depan hasil hutan rakyat ini bisa menjadi tumpuan penghidupan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Ahyar juga berharap dengan adanya program hutan rakyat tersebut, dapat mengurangi lahan kritis. Hutan rakyat akan menambah tutupan lahan.
"Secara global tentu harapannya dengan suksesnya hutan rakyat ini akan menambah tutupan lahan dan mengurangi luas lahan kritis," tutupnya.
Sebagai informasi, manfaat pembangunan hutan rakyat sangat banyak, diantaranya meningkatkan produktivitas lahan kritis atau areal yang tidak produktif secara optimal dan lestari, membantu meningkatkan keanekaragaman hasil pertanian yang dibutuhkan masyarakat, membantu masyarakat dalam penyediaan kayu bangunan, bahan baku industri dan kayu bakar, meningkatkan pendapatan masyarakat tani di pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraannya, dan memperbaiki tata air dan lingkungan, khususnya pada lahan milik rakyat yang berada di kawasan perlindungan daerah hulu.
Keberadaan hutan rakyat sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Hutan rakyat memiliki potensi besar sebagai penyedia kayu, terutama kayu bangunan dan furnitur.
Fungsi ekonomi hutan rakyat terlihat dari teknik pengelolaanya, seperti teknik agroforestri dengan mengkombinasikan tanaman hutan dengan tanaman perkebunan. Namun, ada juga hutan rakyat yang ditanami dengan tanaman hutan saja (kayu keras).
Tim/IN

