Notification

×

Iklan

Iklan

Mirisnya Dunia, 95 Tahun Tanpa Khilafah

Selasa, 19 Maret 2019 | 12.20.00 WIB
Oleh : Eva Yuliani (Mahasiswi Universitas Mataram)

Runtuhnya Khilafah pada tanggal 3 maret 1924 M ditangan Mustafa Kemal Laknatulloh menjadi awal mula kehancuran umat Islam. Sudah 95 tahun umat Islam hidup tanpa khilafah. Setelah runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah yang terakhir di Turki Utsmani umat Islam terkotak-kotak menjadi negera-negara kecil. Sehingga muncul muslim Mesir, muslim Arab Saudi, muslim Turki, muslim Palestina.

Ketiadaan Khilafah membuat umat Islam menjadi santapan-santapan orang kafir. Tiada lagi sosok Kholifah sebagai pelindung umat. Tiada lagi peran negara untuk mengurusi urusan umat. Kaum muslimin laksana buih dilautan.

Jumlahnya memang banyak tetapi terombang ambing dan mudah diadu domba. Diberbagai penjuru negeri umat Islam selalu didzalimi, ditindas, dibantai, dihabisi. Harga diri dan darah kaum muslimin bagaikan tak ada artinya.

Seperti kita saksikan, kondisi umat Islam saat ini ibarat “buih” yang sangat memprihatinkan. Umat seolah tertidur pulas. Masih belum bangun dari tidur panjangnya. Semua sistem yang mengatur umat Islam secara umum dzalim, tidak memiliki visi dan misi positif yang menguntungkan Islam. Hanya menjalankan keputusan musuh dan menjadi budak lawan.

Para pemimpin telah merampas hak-hak rakyat dan bekerjasama dengan pihak asing untuk menguras kekayaan negeri mereka. Sayangnya, mayoritas umat ini tak memahami, tak menyadari masalah yang menimpa mereka.

Diperlukan dakwah yang dapat dicerna akal dengan hikmah untuk menyadarkan umat, bahwa aset-asetnya telah dijajah dan dieksploitasi oleh negara-negara imperialis barat dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya. Umat perlu disadarkan, bahwa semenjak dua abad silam, kekayaan umat dirampas musuh, kehormatannya dilecehkan, kemerdekaannya dikekang.

Umat perlu disadarkan agar tak memiliki jalan kompromi dengan keadaan, agar tak mendekati dan menjilat penguasa, agar tak berkompromi dalam masalah akidah, agar tak memilih jalan demokrasi sekuler, agar tak bermesraan dengan musuh demi imbalan duniawi.

Khilafah adalah sistem pemerintahan yang dirindukan umat. Umat Islam di Palestina, umat Islam di Suriah, umat Islam di Rohingya, umat Islam di Yaman dan berbagai penjuru negeri sangat membutuhkan Khilafah. Dengan tegaknya Khilafah adalah solusi atas kedzaliman yang menimpa kaum muslimin saat ini.

Tegaknya Khilafah ini akan membuat ketakutan para kafir penjajah seperti Amerika dan sekutunya. Berbagai macam cara akan mereka lakukan untuk menghentikan tegaknya Khilafah. Tapi Khilafah tidak bisa dihentikan karena itu sudah janji Allah. Siapapun yang menghentikan tegaknya Khilafah pasti gagal. Karena yang mereka hadapi bukan manusia tapi langsung Allah Subhanahu Wata'ala.

Kepemimpinan umat Islam dalam satu komando seorang Kholifah inilah pasti mampu mewujudkan negeri yang baldatul thayyibatun wa rabbun ghofur yang mendapatkan ampunan dan berkah langsung dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Janji Allah Tentang Akan Kembalinya al Khilâfah

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu dia akan mengangkatnya jika dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu dia akan mengangkatnya jika dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zhâlim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu dia akan mengangkatnya jika dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhâj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazzâr).

Janji Allah pasti akan terwujud cepat atau lambat. Menghadang tegaknya Khilafah sama halnya menghadang terbitnya matahari dari timur. Itu semua tidak akan berhasil. Bila ada kelompok yang mengkriminalisasi Khilafah itu artinya dia menantang Allah Subahahu Wata'ala.

Bahkan NIC (National Intelligence Council) adalah satu Badan Intelijen AS yang bertugas untuk mempetakan seluruh riak pergolakan di dunia, dan kemudian dengan data-data yang mereka kumpulkan, mereka membuat berbagai prediksi kira-kira bagaimana dunia dibeberapa tahun ke depan. Dan NIC sendiri memprediksi bahwa tahun 2020 Khilafah akan tegak.

Kunci dan solusi atas seluruh problematika umat dan keberkahan suatu negeri hanyalah dengan tegaknya Islam secara kaffah. Dan tidak akan tegak syariat Islam secara kaffah tanpa tegaknya Khilafah.

Kaidah syara "Mâ lâ Yatimmu al-Wâjibu illâ bihi fa Huwa Wâjib", Tidak sempurna suatu kewajiban tanpa sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya wajib.

Khilafah adalah kewajiban. Jadi upaya menegakkannya pun juga wajib. Dan sudah saatnya seluruh kaum muslimin bersatu padu untuk mewujudkannya. Dan sekarang Khilafah harus diperjuangkan dengan dakwah sesuai thariqoh yang telah Rasululloh contohkan tanpa ada kekerasan. Hingga nanti Khilafah akan kembali memimpin dunia.
×
Berita Terbaru Update