Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Cabuli Anak Kandung, Mantan Anggota DPRD Provinsi NTB Ditetapkan Sebagai Tersangka

Rabu, 20 Januari 2021 | 20.26.00 WIB

 

Foto: Ilustrasi Pencabulan (Asia Federasi)


Indikatorntb.com - Mantan Anggota DPRD Provinsi NTB berinisial AA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Mataram, setelah diduga mencabuli anak kandungnya sendiri, Rabu (20/01/21).


“Kita sudah tetapkan dia sebagai tersangkanya,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa sebagaimana dilansir dari media Suarantb.com.


Lebih lanjut, kata Kadek Adi, kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan dengan delik pidana pada pasal 82 ayat 2 UU perlindungan anak. Pihaknya sudah memeriksa AA dan beberapa saksi, namun AA mengelak dan tidak mau mengakui perbuatannya.


“Dia tidak mengakui perbuatannya,” terangnya.


Kejadian bermula ketika ibu korban atau istri AA sedang tidak ada dirumah karena sedang dirawat dirumah sakit akibat tertular Covid-19. 


Pada hari Senin 18 Januari 2021, tersangka AA, politisi senior PAN ini bertemu dengan korban di sebuah Kafe. Tersangka memberikan uang sebesar 1 juta kepada korban untuk membayar biaya les.


Setalah itu, pria kelahiran 05 Okteber 1955 yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PAN selama 5 (Lima) periode ini mengajak putrinya pulang kerumah. Sesampainya dirumah sang anak kemudian dipeluk, namun pelukan itu tidak seperti biasanya. Sentuhan AA mulai mengarah ke area sensitif sang anak.


Setelah itu, AA kemudian menyuruh korban untuk mandi, permintaan itupun diturui oleh korban. Setelah mandi, korban yang saat itu hanya mengenakan handuk kaget ketika melihat AA sudan berada di kasurnya.


AA lalu meminta korban untuk tidur disampingnya, disitulah AA melancarkan aksi bejatnya kepada sang anak yang masih duduk di bangku SMA itu.


Meski AA tidak mengakui perbuatannya, namun pihak kepolisian sudah mengantongi hasil visum yang menerangkan bahwa korban mengalami luka di bagian dada dan kemaluan.


“Kita sudah dapat hasil visum sementara bahwa ada luka robek baru tidak beraturan,” terang Kadek Adi


Sementara itu, kuasa hukum korban Dr. Asmuni meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Ia menjelaskan bahwa, saksi dan hasil visum sudah bisa menjerat pelaku ke penjara.


“Perbuatannya sangat keji, di luar batas kemanusiaan, norma hukum dan agama. Boleh dia menyangkal, tapi hasil visum et repertum tidak bisa disangkal,” tegasnya dilansir dari media Suarantb.com


Furkan/Indikator


×
Berita Terbaru Update