Notification

×

Iklan

Iklan

Penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB Tebang Pilih, Advokat ini Siap Melawan

Jumat, 07 Februari 2020 | 16.24.00 WIB
Foto: Abdullah, SH.MH Kuasa hukum IF
Indikatorntb com - Penyidik Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB berhasil mengungkap tindak pidana Illegal Logging di Kabupaten Dompu.

Penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB menetapkan, IF seorang supir sekaligus pemilik truk dan RA oknum Brimob pemilik kayu sebagai tersangka pada tanggal 22 Januari 2020. Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti berupa satu unit truk dan kayu sonoklin sebanyak satu truk.

Namun, dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB tersebut, dinilai tebang pilih dan tidak adil. Pasalnya, dari dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, hanya IF supir sekaligus pemilik truk yang ditahan, sementara RA oknum Brimob pemilik kayu tidak ditahan.

Melihat tindakan tebang pilih yang dilakukan oleh penyidik Gakkum DLKH Provinsi NTB tersebut, Abdullah, SH.MH selaku kuasa hukum IF merasa kecewa dan keberatan. Abdul pun meminta kepada penyidik untuk berlaku adil dan tidak tebang pilih.

"Merasa kecewa dan keberatan, atas perlakuan penyidik yang tidak memperlakukan sama terhadap dua tersangka ini. Padahal kedua tersangka ini terlibat dalam kasus yang sama, tetapi hanya supir yang ditahan sementara oknum Brimob pemilik kayu tidak ditahan," Tegasnya kepada media ini.

"Kami meminta kepada penyidik untuk adil dalam proses penanganan perkara ini, kalau satu ditahan ya ditahan semua dong," Lanjutnya.

Menurut Abdul, tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Gakkum DLHK bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Harusnya semua tersangka sama-sama ditahan. Baik IF supir sekaligus pemilik truk pengangkut kayu maupun RA oknum Brimob pemilik kayu.

"Padahal menurut KUHAP itukan wajib ditahan, ancaman hukumannya diatas 5 tahun. Kami kecewa, kenapa hanya klien kami yang ditahan sedangkan oknum Brimob pemilik kayu tidak ditahan," Bebernya.

Kekecewaan Abdul bukan karena kliennya ditahan oleh penyidik, akan tetapi karena penyidik tidak adil dalam menegakkan hukum. Baginya, bukan soal membela klien. Perkara kliennya salah atau benar nanti akan dibuktikan di pengadilan.

"Saya jengkel juga, bukan soal membela klien saja, masalah klien saya salah atau tidak nanti dipersidangan. Tapi dalam proses ini harus setara, harus sama perlakuannya," Tuturnya.

Abdul pun meminta kepada penyidik untuk menahan tersangka lainnya, yaitu oknum Brimob pemilik kayu. Tidak hanya kliennya saja yang ditahan.

"Saya meminta tersangka lainnya juga ditahan. Jangan hanya klien saya saja yang ditahan. Klien saya hanya supir sedangkan oknum Brimob itu pemilik kayu," Pintanya.

Saking jengkelnya, Abdul bahkan menduga ada mafia dibalik keterlibatan oknum Brimob tersebut. Selain membela kepentingan hukum klienya, Abdul juga ingin mencari tahu dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Ilegal Logging tersebut.

"Kayaknya ada mafia dibalik keterlibatan oknum Brimob ini, kalau tidak ditahan berartikan ada yang main mata," Terangnya.

Hingga berita ini ditulis, oknum Brimob pemilik kayu dan penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB masih dalam upaya konfirmasi.

Furkan/Indikatorntb



×
Berita Terbaru Update