Notification

×

Iklan

Iklan

Kasus Illegal Logging di Dompu, Penyidik Tebang Pilih, Tersangka Dijebak dan Diancam

Sabtu, 08 Februari 2020 | 18.31.00 WIB
Foto: Abdullah, SH.MH (menggunakan kemeja warna abu putih) kuasa hukum tersangka Irfan Bin Darmin.
Indikatorntb.com - Kasus dugaan illegal logging di Kabupaten Dompu yang ditangani oleh penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB terus bergulir. Tersangka melalui kuasa hukumnya mengaku dijebak dan diancam, Minggu (08/02/20).

Supir truk, Irfan Bin Darmin (34) tersangka pelaku ilegal logging, melalui kuasa hukumnya, Abdullah, SH.MH mengaku dijebak dan diancam oleh oknum Brimob pemilik kayu berinisial AR.

"Klien saya dijebak dan diancam oleh AR" Kata Abdullah, SH.MH kepada media ini.

Kronologis penjebakan dan pengancaman itu berawal pada tanggal 11 Januari 2020 lalu, ketika AR mendatangi rumah Irfan Bin Darmin yang beralamat di Desa Adu, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu.

Kedatangan AR bermaksud meminta Irfan Bin Darmin untuk mengangkut kayu sonoklin miliknya yang berada di desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Bima menuju Kabupaten Bima.

Irfan Bin Darmin pun mengiayakan permintaan oknum Brimob tersebut dan berangkat bersama AR ke lokasi pengangkutan. Setelah sampai di tempat pengakutan, Irfan sempat menanyakan dokumen pengangkutan kepada AR.

"Kata AR bahwa dokumennya sedang dibawakan oleh saudara Maman yang masih di tengah jalan," Terang Abdul setelah mendengar keterangan dari klienya.

Mendengar jawaban itu, sembari menunggu Irfan pun mengijinkan kayu milik AR diangkut ke atas truknya. Setelah selesai proses pengakutan itu, sebelum memulai perjalanan, Irfan kembali bertanya tentang kelengkapan dokumen kayu tersebut, kepada AR.

"Tapi lagi-lagi dijawab oleh AR, masa kamu tidak percaya saya, saya kan Brimob. Nanti saya ikuti kamu dari belakang, kamu jalan aja," Tutur Abdul, meniru jawaban AR.

Irfan pun merasa terpaksa dan memulai perjalanan menuju Kabupaten Bima. Dalam perjalanan, Irfan merasa khawatir dan merasa ada yang aneh disertai rasa takut untuk melanjutkan perjalanan. Perasaan itu pun disampaikan kepada AR. Bukannya bicara baik-baik, AR malah mengancam Irfan untuk terus melanjutkan perjalanan.

"Klien saya diancam akan ditembak jika tidak melanjutkan perjalanan," Beber Abdul.

Beberapa saat kemudian, Truk Irfan dihentikan dan ditahan oleh Intel Kodim Kabupaten Dompu, Irfan bersama AR pun dibawa ke kantor Kehutanan Kabupaten Dompu untuk dimintai keterangan.

Setelah dimintai keterangan, Irfan dan AR kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Gakkum DLHK Provinsi NTB pada tanggal 22 Januari 2020 lalu. Namun, dalam proses penanganan kasus dugaan tindak pidana illegal logging tersebut, penyidik tidak memperlakukan sama antara Irfan dan AR. Penyidik menahan Irfan sementara AR tidak ditahan.

"Merasa tertipu dan diintimidasi oleh sauadara AR oknum Brimob maka klien saya berharap keadilan," Tegas Abdul.

"Dan kami minta oknum Brimob itu juga ditahan dan jangan dilindungi oleh penyidik dan atasannya," Lanjutnya.

Hingga berita ini ditulis, penyidik maupun AR oknum Brimob masih dalam upaya konfirmasi.


Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update