Notification

×

Iklan

Iklan

Generasi Milenial di Era Post Truth: Mengancam Kedaulatan NKRI

Minggu, 26 Januari 2020 | 00.04.00 WIB
Foto:d Penulis
Istilah generasi Millenial bukanlah hal yang asing bagi kita semua saat ini, milenial juga dikenal sebagai Generasi Y, Gen Y atau generasi langgas merupakan kelompok demografi setelah generasi X (Gen X).

Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hinggal awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial kadang-kadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena adanya booming (peningkatan besar).

Era Post Truth dalam kamus oxford didefinisikan Relating to or denoting circumstance in wich objective facts are less influential in shaping public opinion than appeals to emotion and personal belief (berkaitan dengan atau menunjukan keadaan dimana fakta-fakta obyektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini public dari pada emosi dan kepercayaan pribadi).

Gejala ini terlihat jelas dalam keseharian kita, yang mana dalam menentukan pilihan atau mengambil keputusan lebih banyak mengabaikan pertimbangan rasional.

Tekhnologi berkembang dengan sangat cepat membuat generasi millennial semakin mudah dalam memperoleh informasi. Dengan terbukanya informasi hari ini membuat setiap orang dapat mengakses ruang pribadi atau mengambil alih dalam berbagai ilmu pengetahuan bahkan cenderung menghilangkan peran struktur informasi pengetahuan konvensional.

Fenomena revolusi indstri 4.0 yang ditandai dengan digitasasi setiap aktivitas manusia secara langsung bersinggungan dengan generasi millennial di era post truth.

Percepatan yang terjadi dalam penyebaran informasi tersebut juga melahirkan permasalahan baru bagi generasi millennial, dimana pengguna internet enggan menyaring informasi yang benar sehingga pembaca tidak bisa membedakan antara fakta dan hoax karena kedua-duanya sama-sama tersedia.

Kondisi inilah yang kita kenal dengan istilah Post truth. Sebuah istilah yang menunjukan fenomena kekinian tentang tiadanya batas-batas yang jelas anatar yang benar dan yang salah, baik dan buruk, asli dan palsu. Realita ini juga bagian dari problem sosial yang terjadi di Indonesia.

Era post truth dapat mengancam kedaulatan negara kesatuan republik Indondesia saat ini. kita bisa menoleh kebelakang ketika konstalasi politik di tahun 2019 lalu. Ketika elit politik menggunakan media sosial sebagai alat propaganda untuk kemenangan di kontestasi politik, sehingga pembaca kebingungan dalam menyaring informasi yang tersebar. Bahkan dalam siaran TV sekalipun dalam perhitungan suara setiap kubu saling mengklaim kemenangan misalnya Kubu Jokowi di Metro TV dan kubu prabowo di TV One. Ini adalah satu contoh dari ribuan hoax yang tersebar dalam konstalasi politik tahun lalu.

Tidak bisa kita pungkiri, tantangan besar sedang dihadapi oleh generasi hari ini. dengan minimnya kualitas literasi digital generasi hari ini mengancam kedaulatan NKRI. Fake News, Hoax dan Had speech dapat mengakibatkan pepecaran dalam kehidupan berbangsa dan beragama kita hari ini. oleh karena dalam rangka upaya menjaga kesatuan dan kedaulatan NKRI generasi millennial haru meningkatkan daya literasi digital sehingga mampu menyaring informasi-informasi di media sosial.

Mindset generasi millenial terhadap fungsi dan penggunaan tekhnologi harus diubah, dari yang selalu berpikir bahwa tekhnologi menggantikan peran manusia harus diubah bahwa tekhnologi hanyalah benda mati yang sepenuhnya dikelola oleh manusia dan mampu mengefisiensikan biaya dan tenaga dalam aktivitas ekonomi, guna mensejahterakan kehidupan berbangsa dan agama.

Dan yang terakhir pemerintah harus segera menemukan grand design tekhnologi baru yang mampu menangkal hoax. Karena hoax tidak dapat diselesaikan dengan proyek pemerintahan yang bersifat ceremonial semata yang hanya menghabiskan anggaran pembelanjaan negara maupun daerah.

Penulis: Esha Wadahnia Nurfathonah
×
Berita Terbaru Update