Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi Diminta Turun Tangan, Duta Besar Cina Diminta Beri Klarifikasi

Kamis, 20 Desember 2018 | 20.38.00 WIB
Editor : Subhan Al-Karim
Sarif Hidayat Aktivis Mahasiswa Paska Sarjana Jurusan Bahasa Inggris Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB)
Indikatorntb.com - Atas dasar kemanusiaan, DPD IMM NTB mengecam dan menolak tindakan kekerasan dan diskriminatif yang dilakukan pemerintah Cina terhadap etnis muslim Uighur dan minoritas di Xinjiang.

Sebab itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Barat (NTB) minta Jokowi turun tangan atas nama pemerintah Indonesia, karena menurut IMM NTB persoalan itu bukan hanya antara Cina dan rakyatnya, tapi sudah jadi persoalan hak asasi manusia internasional.

"Begitupun dengan Duta Besar Cina di Indonesia agar segera memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut ke masyarakat Indonesia agar tidak mengganggu hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat," tegas Sarif Hidayat Ketua DPD IMM NTB Bidang Hikma.

Lebih lanjut, mahasiswa paska sarjana Universitas Mataram (Unram) asal Bima ini menyampaikan, bahwa atas informasinya, umat Islam Uighur jelas menerima perlakuan diskriminatif. Mereka diawasi dan ditangkap dengan alasan yang tidak masuk akal.

Bahkan, Sarif mengatakan, umat Islam Uighur dilarang untuk melakukan ibadah dengan aman dan nyaman. Padahal mereka berhak atas hidup aman, nyaman serta layak. Hal itu menurutnya sudah jelas jadi pelanggaran besar.

"Itu jelas pelanggaran HAM secara sistematis dan massal. Apapun alasannya, tindakan tidak berperikemanusiaan harus kita tolak," tegas Sarif kepada Indikatorntb.com, Kamis (20/12/2018) di Mataram.

Dengan persoalan itu, IMM NTB menganggap perlu dilakukan penekanan oleh mahasiswa dan pemuda terhadap pemerintah Indonesia, dan lebih penting penekanan kepada Duta Besar Cina di Indonesia.

Sarif menyampaikan, bahwa pimpinan Cabang IMM diseluruh Kabupaten/Kota di NTB akan melakukan aksi besar-besaran pada Juma'at besok (21/12/2018). (SH)
×
Berita Terbaru Update