Notification

×

Iklan

Iklan

Mewujudkan Adab Politik

Senin, 23 April 2018 | 22.01.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com - Kesehatan demokrasi pada sebuah negara demokratis dapat diukur dari beberapa variabel inti dalam rekrutmen kepemimpinan publik dan dalam tulisan ini adalah Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), yaitu; Pertama, Penyelenggara; Kedua, peserta kompetisi; Ketiga, pemilih. Keempat, Pers.

Variabel Pertama, yaitu posisi Penyelenggara Pemilu yang dimaksud adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU beserta turunannya), Panitia Pengawas (Panwas-Beserta turunanya). Penyelenggara menjadi variabel terpenting dan utama yang dapat mewujudkan  adab politik, tak sebatas klaim independen-integritas semata. Tetapi memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni dalam menyelenggarakan sebuah kontestasi politik demokratis.

Kapasitas penyelenggara yang sehat, dapat diukur dari tempratur kemampuan dalam mengelola dan meminimalisir setiap efek dari kontestasi demokratis berdasarkan regulasi. Penyelenggara harus dapat menjamin sebuah kompetisi tanpa dicederai oleh ketidakmampuan memahami setiap persoalan yang muncul, dan menyelesaikannya, berdasarkan kapasitas pemahaman tentang pelaksanaan regulasi oleh penyelenggara.

Kapasitas penyelenggara Pemilukada akan diuji, bukan pada saat rekruitmen penyelengara. Tetapi pada setiap tahapan proses kontestasi demokrasi. Misalnya dimulai dari verifikasi persyaratan bakal calon menjadi calon. Atau pada tahapan debat terbuka pasangan calon, yang hanya terbuka bagi yang memiliki undangan. Pada titik ini, menunjukan rendahnya kapasitas pemahaman penyelenggara dalam memahami subtansi debat terbuka kandidat. Mengemas acara debat kandidat, tentu beda dengan seminar. Moderator yang kaku dan kurang wawasan tentang wacana politik, membuyarkan subtansi debat sebagai sarana sosialisasi visi-misi dan program kerja kandidat.

Pesan yang ingin didaparkan dari debat kandidat adalah program dan gagasan, agar publik/pemilih tidak beli kucing dalam karung. Dengan pemahaman demikian, debat kandidat menjadi suplemen bagi perkembangan kesehatan demokrasi.

Kedua, peserta kompetisi adalah pasangan calon yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dan Tim pemengan yang secara administratif telah didaftarkan pada penyelenggara. Adab politik demokrasi adalah menempatkan pertarungan pada ide dan gagasan yang akan direalisasikan ketika terpilih.
Meyakinkan pemilih dengan program-program kerja dengan menggunakan adab politik. Bukan memamerkan kedunguan tanpa rasa malu dengan cara-cara ilegal, seperti mobilisasi ASN dan Politik uang. Cara politik tersebut, menunjukan bentuk politik biadab tanpa adab politik demokrasi.

Ketiga adalah Pemilih. Sikap pemilih yang menjunjung adab politik demokratis ditandai oleh pilihan politik bebas. Prinsip bebas - liberty adalah syarat mutlak politik demokratis. Tidak berada pada intimidasi mutasi dan rotasi bagi pemilih berlatar belakang ASN. Memilih pemimpin yang disertai dengan pemberian materi (Politik Uang) serta janji jabatan (Politisasi Jabatan), mencerminkan rendahnya selera pada adab politik dan inilah yang disebut sebagai pembusukan demokrasi.

Keempat Pers. Posisi media pers dan orang-orangnya, sejatinya adalah gizi bagi adab demokrasi yang sehat. Pers harus menjadi penyaksi yang jujur atas kontestasi politik demokratis, bukan menjadi peserta kontestasi (tim sukses) yang malu-malu. Pers harus menyajikan
Pemberitaan yang berimbang, sesuai fakta, independensi dan kompetensi jurnalisme diuji apakah menyehatkan paru-paru demokrasi ataukah merusak kesehatan demokrasi?
Dari keempat variabel dalam mewujudkan adab politik demokratis tersebut, kata kuncinya adalah kapasitas atau kemampuan penyelenggara dalam mengelola kontestasi demokratis. Independensi penyelenggara tak cukup untuk meningkatkan adab politik demokratis. Tetapi kemampuan memahami, menerjemahkan, melaksanakan secara konsiten setiap tahapan kompetisi pemilukada berdasarkan regulatif adalah syarat lahirnya adab politik demokratis.


Penulis : Syarif Ahmad
Penulis adalah Direktur Eksekutif di Komunitas Politik Independen (KOPI).
                     
×
Berita Terbaru Update